Gubsu Ngaku Tak Bisa Paksa Pelajar Sudah Nikah Ikut Sekolah Tatap Muka

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 18:56 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad Arfah-detikcom)
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Sejumlah pelajar yang telah menikah tak mau datang ke sekolah untuk mengikut pembelajaran tatap muka (PTM) dengan alasan sudah menikah. Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengaku tak bisa memaksa para pelajar itu.

"Pendidikan ada dua ini, satu wewenang atau tanggung jawab pemerintah sesuai turunan dari Pembukaan Undang-Undang, mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun pendidikan juga pilihan bagi orang itu," kata Edy di rumah dinas Gubsu, Medan, Rabu (29/9/2021).

"Orang itu tidak mau sekolah, mau kawin saja, kan tidak bisa kita paksa," tambahnya.

Dia mengatakan pemerintah bertugas menganjurkan dan menyiapkan pendidikan bagi warga. Dia juga mengatakan pemerintah bakal menyiapkan Paket C bagi orang-orang yang mau.

"Kita menganjurkan dan menyiapkan. Tugas saya menyiapkan itu. Kita siapkan Paket C, tapi nggak bisa kita paksa dia mengambil paket," tutur Edy Rahmayadi.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Sumut mencatat ada 700 lebih siswa tidak mau melanjutkan sekolah saat tatap muka di masa pandemi virus Corona. Salah satu alasan siswa itu tidak mau sekolah adalah sudah menikah.

"Saya garis bawahi ya, bukan drop out yang 700-an itu. Tapi tidak hadir waktu PTM," kata Kadis Pendidikan Sumut Wan Syaifuddin kepada wartawan, Selasa (28/9).

Syaifuddin mengatakan sebenarnya ada beberapa hal yang menyebabkan anak-anak itu tidak hadir ke sekolah saat belajar tatap muka di sekolah dimulai lagi. Mereka, katanya, tidak mau ke sekolah lagi karena di antaranya merasa sudah enak bekerja.

"Kemudian tidak juga kita hindari ada juga yang tidak mau masuk sekolah lagi keenakan kerja, menerima uang," ucap Syaifuddin.

"Ada juga keluhan itu ada karena di antaranya karena berumah tangga," tambahnya.

(haf/haf)