Demo Buruh Diwarnai Pembakaran Keranda SBY-Kalla

Demo Buruh Diwarnai Pembakaran Keranda SBY-Kalla

- detikNews
Rabu, 12 Apr 2006 12:24 WIB
Jakarta - Sekitar pukul 11.37 WIB, aksi demo puluhan ribu buruh mulai memanas. Pengunjuk rasa dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) membakar keranda hitam yang bertuliskan 'Kado buat SBY dan Kalla' di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta. Sebelumnya aksi puluhan ribu buruh yang berdemo Rabu (12/4/2006) ini berjalan tertib. Mereka berkonsentrasi di Silang Monas. Namun tiba-tiba datang ratusan pengunjuk rasa dari SPN lainnya dari arah Gambir, sehingga membuat ribuan massa pendemo yang ada di Silang Monas terprovokasi. Mereka akhirnya ikut bergerak ke jalur hijau di depan Istana Merdeka yang dibatasi kawat berduri.Gerakan massa ini dimanfaatkan pendemo lain yang mengusung keranda untuk Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla. Mereka lalu membakar keranda yang asap hitamnya langsung membumbung tinggi.Aksi membakar keranda itu membuat aparat kepolisian kalang kabut dan mengimbau pendemo untuk tidak membakar barang bawaan mereka. Imbauan itu kemudian dituruti pendemo.Hingga pukul 11.50 WIB, arus pengunjuk rasa terus berdatangan dari Jabotabek dan daerah-daerah lainnya di Pulau Jawa.Sementara itu, Korlap SPN Waras Warsito mengatakan, aksi puluhan ribu buruh ini telah mendapat izin atau restu dari setiap manajemen perusahaan yang karyawannya ikut berdemo. Bahkan untuk wilayah Bogor, Bekasi dan Tangerang, ada beberapa pabrik yang sengaja menghentikan operasionalnya karena seluruh karyawannya ikut demo."Pengusaha kan juga bingung dengan adanya revisi UU ini. Pekerjaan jadi tidak tenang, oleh karena itu mereka mendukung. Bahkan selain dapat izin dari pimpinan perusahaan, ada beberapa buruh yang akomodasinya dibiayai perusahaan," ungkap dia.Mengenai target demo, Waras mengaku, tidak punya target untuk bertemu Presiden SBY. "Tapi kalau ada yang mau menemui kami, kami akan menyampaikan sikap kami. Kami sudah menyiapkan 12 perwakilan jika sewaktu-waktu diterima SBY," katanya. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads