Walkot Mojokerto Ngobrol Santai & Adu Pantun di Podcast Siswa SMP

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 13:28 WIB
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari hadir dalam podcast siswa SMP 3 Mojokerto
Foto: Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjadi tamu dalam podcast 'Lets Talk With Spenga Spots' yang dibawakan siswa SMP Negeri 3 Kota Mojokerto. Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita itu menjalin obrolan hangat dengan host podcast.

Di awal podcast, dua siswa pemandu obrolan di platform digital tersebut tak canggung memberikan pantun ke orang nomor satu di Kota Mojokerto ini.

"Ada baju ada sabun, Kota Mojokerto maju orangnya santun. Selamat datang Ibu Wali Kota yang anggun. Kami bangga mengharap pesan yang membangun," kata mereka bersahutan dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (29/9/2021).

Kedua siswa itu mengajukan sejumlah pertanyaan ke orang nomor satu di Mojokerto itu. Ita pun menjawab semua pertanyaan yang diobrolkan secara santai dengan beberapa kali diselingi candaan.

Ita juga meminta podcast 'Lets Talk With Spenga Spots' mendatangkan narasumber dari berbagai kalangan mulai dari pejabat sampai sosok yang menginspirasi, seperti tukang parkir, tukang sampah yang taat prokes. Usai podcast, Ning Ita membalas pantun pembuka kedua siswa.

"Ibu mau kasih pantun, tadikan sudah dikasih pantun. Jadi gantian yah. 'Majapahit kerajaan nusantara, Gajahmada nama patihnya, Generasi muda bisa menirunya, SMP 3 kuat, kreatif, dan juara'," ujarnya.

Ita mengapresiasi kegiatan melalui digital platform yang dijalankan oleh kalangan pelajar di tengah pandemi COVID-19. Ia menyampaikan pihaknya sudah bekerja sama dengan Balitbang Kemenkominfo mulai bulan Mei sampai Desember 2021 nanti dan menargetkan 12 juta sasaran literasi digital.

"Iya bagus sekali, saya sudah kerja sama dengan Balitbang Kemenkominfo selama delapan bulan menargetkan sekitar 12 juta sasaran literasi digital," jelas Ita.

Kerja sama tersebut, jelasnya, selaras dengan program Pemkot Mojokerto dalam mendorong digitalisasi. Kerja sama ini tak diperuntukkan bagi masyarakat umum, dan ke depannya aparatur sipil negara (ASN) akan turut menjadi sasaran literasi digital.

"ASN biar memiliki talenta maksimal terkait digitalisasi. Jadi semua pelayanan dengan digital bisa terlayani maksimal, kalau ASN-nya aware digital. Artinya ASN juga harus aware digital," sebutnya.

(fhs/ega)