Satgas COVID: Varian R.1 Ditemukan WHO di Jepang, Sudah Menyebar di AS

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 18:46 WIB
Corona Viruses against Dark Background
Ilustrasi virus Corona (Getty Images/loops7)

Risiko Penularan Varian R.1

CDC mengungkapkan risiko penularan dari varian R.1 ini jauh lebih tinggi pada orang yang tidak divaksinasi COVID-19. Bahkan laporan CDC juga menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 masih kurang efektif untuk melawan varian R.1 ini.

"Risiko penularan varian R.1 terhadap pasien yang tidak divaksin tiga kali lebih tinggi dari mereka yang telah divaksinasi," bunyi laporan CDC yang dikutip dari Prevention, Jumat (24/9).

Varian R.1 ini merupakan salah satu varian Corona yang memiliki beberapa mutasi, salah satunya adalah mutasi D614G. Mutasi ini sudah terbukti mampu meningkatkan kemampuan penularan virus. Meski belum pasti, varian ini diduga lebih menular daripada varian Corona lainnya.

Sikap WHO

WHO belum mengkategorikan varian R.1 ini ke dalam variant of concern (VoC) ataupun variant of interest (VoI). Jika sebelumnya varian R.1 ini dikategorikan sebagai 'alert for further monitoring', kini varian tersebut masuk sebagai 'variant under monitoring'.

Dalam daftar pantauan varian COVID-19, WHO menyebut varian R.1 ini pertama kali terdeteksi pada Januari 2021 di 'multiple countries'. Tetapi, banyak juga sumber yang mengatakan bahwa varian ini muncul pertama kali di Jepang, sehingga disebut sebagai 'varian asal Jepang'.


(jbr/aud)