detikcom do your magic

Siswa di Sidrap Naik Rakit karena Jembatan Rusak, Pemkab Janji Benahi di 2022

Hasrul Nawir - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 13:53 WIB
Sidrap -

Pemerintah Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), berjanji akan membenahi jembatan gantung rusak di Dusun Empat, Desa Belawae, Kecamatan Pitu Riase, yang membuat guru dan siswa ke sekolah menggunakan rakit. Anggaran pembenahan akan diajukan ke Pemerintah Pusat dan APBD 2022.

"Wilayah sungai merupakan tanggung jawab Pemerintah Pusat dalam hal ini Balai Besar, sejak mengalami kerusakan, Pemda telah membuat desain (jembatan) dan sudah dalam proses pengajuan ke Balai Besar. Semoga tahun 2022 sudah bisa terealisasi," ujar Sekretaris Daerah Sidrap Sudirman Bungi dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (28/9/2021).

Untuk diketahui, jembatan gantung di wilayah tersebut rusak akibat diterjang banjir bandang pada Juni 2020. Jembatan yang menjadi satu-satunya akses warga itu lantas viral di media sosial karena siswa SDN 2 Belawae dan gurunya terekam video bertaruh nyawa menyeberangi sungai berarus deras menggunakan rakit.

Sudirman menambahkan pihaknya akan mengajukan perbaikan jembatan di APBD 2022 jika nantinya usulan perbaikan jembatan ke pemerintah pusat ditolak.

"Sambil koordinasi dengan Balai Besar, jika nanti ternyata keterbatasan anggaran Balai Besar di tahun 2022, maka akan dimasukkan dalam APBD Sidrap 2022, akan kita bahas di DPRD karena desainnya sudah siap," janjinya.

Jembatan gantung yang baru nantinya akan dibangun melintang dengan panjang 80 meter dan lebar sekitar 2 meter.

"Sama persis dengan jembatan gantung yang dulu rusak dan bisa dilalui oleh kendaraan roda dua," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, video yang viral tampak seorang guru perempuan menarik tali yang terhubung ke rakitnya untuk menyeberangi sungai. Pada video lainnya, sejumlah siswa yang mengenakan seragam sekolah juga bersusah payah menyeberang sungai.

Mereka adalah guru dan siswa Kecamatan Pit Rioase, Kabupaten Sidrap. Mereka hampir setiap hari melawan maut hanya untuk pergi ke sekolah.

Seorang guru SDN 2 Belawae bernama Hasmi menceritakan pengalamannya itu. Ia menyebut 40% siswa SD dari Dusun Empat harus menggunakan rakit untuk ke sekolah.

"Sekarang sudah seperti ini tiap hari, sejak musim hujan, anak-anak selalu menyeberang menggunakan rakit ke sekolah, mereka dari Dusun Empat daerah gunung berjalan kaki cukup jauh lalu menyeberang lagi dengan rakit sampai ke sekolah," kata Hasmi kepada detikcom, Selasa (27/9).

(nvl/dnu)