Kapolri Apresiasi Satgas Madago, Minta 4 DPO MIT Diburu!

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 12:43 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memimpin pengarahan kepada Satgas Operasi Madago Raya bersama dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, di Bandara Kasiguncu, Poso, Sulawesi Tengah, Selasa (28/9/2021).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (dok. Istimewa)
Poso -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi kepada seluruh personel Satgas Operasi Madago Raya yang telah menindak tegas pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora. Jenderal Sigit mengatakan tindakan tegas Satgas Madago Raya adalah bukti kehadiran TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Tindakan tegas terukur telah dilakukan terhadap pimpinan kelompok MIT. Diharapkan seluruh upaya dalam menjaga keamanan dan ketertiban dari ancaman kelompok teror dapat menjadi ladang amal bagi kami semua," kata Sigit saat memimpin pengarahan kepada Satgas Operasi Madago Raya bersama dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, di Bandara Kasiguncu, Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (28/9/2021).

Jenderal Sigit menekankan kepada seluruh personel Satgas Madago Raya untuk terus mengejar 4 anggota MIT yang masih jadi buron. Empat anggota yang dimaksud adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

"Pertahankan kinerja yang sudah baik ini. Lakukan penegakan hukum secara profesional dan proporsional terhadap target yang tersisa," ujar Sigit.

Satgas Madago Raya terlibat kontak tembak dengan Ali Kalora dan seorang pengawalnya, Jaka Ramadhan, pada Sabtu (18/9/2021) lalu. Satgas Madago Raya menindak tegas Ali Kalora dan Jaka Ramadhan di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng.

Menurut Sigit, meski sudah menindak pimpinan MIT, ke depan TNI-Polri harus terus memperkuat dan meningkatkan sinergi serta soliditas untuk memberikan kepastian keamanan dan ketenangan terhadap masyarakat. Dia menegaskan negara tidak boleh kalah dari kelompok intoleran dan terorisme, dan tidak ada tempat bagi kelompok pemecah belah persatuan dan kesatuan Indonesia.

"Saya akan senantiasa berkomitmen untuk memberikan reward kepada personel yang berdedikasi tinggi dalam pelaksanaan tugas dalam menjaga kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) dari segala bentuk gangguan dari kelompok MIT," tegas Sigit.

Sebelumnya, Satgas Madago Raya menembak mati pimpinan MIT Ali Kalora dan pengawalnya Jaka Ramadhan, dalam baku tembak di Desa Astina. Setelah Ali Kalora dan Jaka Ramadhan tewas, anggota MIT tersisa 4 orang.

Simak video 'Polri Minta 4 Buron MIT Serahkan Diri Secepatnya!':

[Gambas:Video 20detik]



(zak/fjp)