Surati Bupati Aceh Selatan, Brimob Minta Sertifikat Vaksin Syarat Beli BBM

Agus Setyadi - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 12:42 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi sertifikat vaksin. (Edi Wahyono-detikcom)
Banda Aceh -

Surat dari Satuan Brimob Polda Aceh ke Bupati Aceh Selatan terkait syarat pembelian BBM menunjukkan sertifikat vaksin beredar di media sosial. Polda Aceh menyebut surat itu hanya bersifat usulan.

Dilihat detikcom, Selasa (28/9/2021), surat berkop Satuan Brimob Batalyon C Pelopor itu bernomor B/135/IX/Kep/2021/YON C POR dan dikeluarkan pada 24 September. Poin f dalam surat diteken Komandan Batalyon C Kompol Hari Purnomo tersebut menarik perhatian.

"Pemberlakuan sertifikat vaksin sebagai syarat untuk pembelian BBM di SPBU," bunyi poin F.

Dalam surat itu dijelaskan agar Bupati Aceh Selatan dapat memberikan persetujuan dan mendukung hasil rapat sosialisasi dan koordinasi bersama para Camat dan Kepala Desa se Trumon Raya. Poin lain yang tertuang dalam surat adalah 'pemberlakuan sertifikat vaksin sebagai syarat untuk penerima bantuan dari pemerintah."

"Pemberlakuan sertifikat vaksin sebagai syarat pengurusan administrasi di desa dan kecamatan," bunyi poin b.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy mengatakan, surat tersebut hanya bersifat usulan yang diperoleh dari hasil rapat Forkopimcam dan kepala desa se-Trumon Raya. Dia menyebut, kebijakan menyetujui atau menolak rekomendasi tersebut ada di tangan bupati.

"Kebijakan ada di tangan bupati diterima atau tidaknya, dan tentunya bupati ada ukuran pertimbangan sendiri," jelas Winardy saat dikonfirmasi detikcom.

"Kita pastikan bahwa Polda Aceh tidak ada kewenangan untuk menerbitkan kebijakan terkait masalah pembelian BBM di SPBU. Hal tersebut bukan merupakan strategi percepatan vaksinasi Polda Aceh," lanjutnya.

Winardy membeberkan sejumlah strategi percepatan vaksinasi yang digelar Polda Aceh. Antara lain adalah mengoptimalkan gerai vaksin stationer yang sudah ada, memperbanyak vaksinasi mobile yang sasarannya tertentu di lokasi-lokasi terkecil RW/Gampong. Selain itu, membuat vaksin tamong gampong (masuk kampung) dengan melibatkan direktorat-direktorat atau Satker di Polda untuk membuat gerai vaksin di desa-desa dengan bekerjasama dengan keuchik (kepala desa) setempat.

"Vaksinasi Go to School/Campus/Dayah, yang menyasar anak-anak sekolah usia 12 tahun ke atas, bekerjasama dengan sekolah/kampus/dayah. Mengajak kerjasama ulama/pimpinan dayah untuk menjadi contoh serta ajakan vaksin kepada masyarakat," beber Winardy.

Simak juga 'Heboh Program Garansi Polres Pidie Aceh, Pilih Tilang atau Vaksinasi':

[Gambas:Video 20detik]



(agse/idh)