SMPN 5 Depok Simulasi PTM Terbatas, Siswa Diminta Bawa Hand Sanitizer-Kanebo

Nahda Rizki Utami - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 11:03 WIB
SMPN 5 Depok Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
SMPN 5 Depok Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (Nahda/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Kota Depok menyelenggarakan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas mulai hari ini hingga besok (29/9). Salah satu sekolah yang menyelenggarakan simulasi PTM adalah SMPN 5 Depok.

Pantauan detikcom di SMPN 5 Depok pukul 07.30 WIB, Selasa (28/9/2021), sejumlah siswa mulai berdatangan ke sekolah. Penjaga sekolah dan guru menyambut siswa di area depan sekolah dan langsung mengarahkan siswa untuk mencuci tangan dan mengecek suhu tubuh.

Tidak ada antrean saat siswa mencuci tangan dan mengecek suhu tubuh. Para siswa juga memakai masker dan terlihat antusias saat bertemu dengan teman-teman dan gurunya.

Pejabat Humas SMPN 5 Depok, Dadang Hairudin, mengatakan seluruh dewan guru, karyawan, dan siswa SMPN 5 Depok sudah siap melakukan pembelajaran tatap muka terbatas. Protokol kesehatan dijalankan dengan ketat. Siswa diharuskan membawa hand sanitizer dan kanebo untuk mengelap meja dan kursinya.

"Untuk kegiatan simulasi di SMPN 5 Depok, alhamdulillah kami sudah siap dengan tatap muka terbatas. Kalau memang sudah dimulai, kita di SMPN 5 seluruh dewan guru, karyawan, siswa dan alhamdulillah dukungan orang tua sudah siap," kata Dadang.

"Seperti biasa, yaitu prokes, kemudian anak kami mempersiapkan anak membawa hand sanitizer, kanebo untuk mengelap meja dan kursinya kemudian tetap mereka itu dari rumah sampai ke sekolah dengan prokes," sambungnya.

Hampir seluruh orang tua siswa menyetujui anaknya melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Namun, masih ada orang tua yang tidak setuju lantaran anaknya belum melaksanakan vaksin.

"Betul kami sudah mendata dan mengumpulkan surat pernyataan dari orang tua kesiapan untuk menghadapi PTM. Alhamdulillah 99 persen orang tua setuju karena mungkin sudah bosan di rumah," ujar Dadang

"Ada (ada orang tua siswa yang tidak setuju anaknya melaksanakan PTM). Kan tetap saja di antaranya data vaksin itu kita kumpulkan ada juga yang beberapa siswa belum melaksanakan vaksin dengan berbagai macam alasan," tambahnya.

Dengan adanya siswa yang tidak diizinkan melaksanakan PTM oleh orang tuanya, Dadang mengungkapkan hal tersebut menjadi kendala untuk para guru lantaran harus mengajar dua kali, yaitu secara online dan offline.

"Kalau kendala pasti ada. Kalau misalkan ada siswa atau orang tua yang memang tidak setuju atau belum mengizinkan untuk PTM itu biasanya kita guru jadi dua kali kerja, ada yang offline ada yang online. Kalau kendala pasti ada," ungkap Dadang.

Simulasi di SMPN 5 Depok hari ini dijadwalkan untuk kelas 9 dengan nomor absen 1 sampai 17 dengan waktu belajar selama tiga jam. Pihak sekolah juga telah menyiapkan video untuk orang tua siswa agar mengetahui alur saat masuk sekolah.

"Untuk hari ini kami mempersiapkan kelas setengah saja dengan nomor absen 1-17 (kelas 9). Kita sudah siapkan videonya pun kita sudah buatkan nantinya kita share ke orang tua siswa biar orang tua siswa lihat bagaimana alurnya masuk ke sekolah nanti," ungkap Dadang.

Terakhir, Dadang menyampaikan harapannya agar kasus COVID-19 cepat selesai agar seluruh siswa dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka dan kembali hidup normal.

"Ya yang pertama harapan saya COVID cepat selesai dan supaya anak-anak kita ini, kami juga di sini supaya sama-sama lagi ketemu karena melalui online itu kan kita kadang-kadang susah juga ya, anak bangunnya juga telat, ada yang macam-macam juga lah, pasti orang sudah memahami itu dan orang tua juga sudah capek. Harapan saya ke depannya COVID selesai, kita bisa normal kembali," ungkap Dadang.

Simak video 'Strategi Menkes dan Mendikbud Jaga Keberlangsungan PTM Tetap Aman':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/dwia)