Sudah 11 Hari, Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Jambi Belum Padam

Ferdi Almunanda - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 10:28 WIB
Jambi -

Kebakaran sumur minyak ilegal di Kabupaten Batanghari, Jambi, hingga kini belum dapat dipadamkan. Sudah 11 hari api di sumur minyak ilegal itu terus menyala.

"Iya sejauh ini api itu belum berhasil dipadamkan karena kondisi di dalam sumur minyak itu terdapat kandungan gas sehingga kebakaran itu tak kunjung padam," kata Bupati Batanghari Jambi, M Fadhil Arief, kepada detikcom, Selasa (28/9/2021).

Kebakaran sumur minyak ilegal ini adalah pertama kali yang paling lama dipadamkan dari kebakaran di sumur minyak ilegal sebelumnya. Kebakaran sumur di tambang minyak ilegal di Jambi itu memang kerap terjadi sejak maraknya aktivitas tambang ilegal sejak 2017.

"Memang ini adalah bencana kebakaran dari lokasi tambang ilegal itu yang paling lama dapat dipadamkannya. Lokasi tambang minyak ilegal itu mulai marak terjadi sejak 2017 silam di mana aktivitas tambang minyak itu membuat seluruh lahan di sekitaran daerah di sana rusak, sungai-sungai tercemar, sektor perkebunan yang dulunya ada kini tak berkembang setelah rusak akibat tercemar minyak-minyak di sana," ujar Fadhil.

Akan tetapi, sejak tim gabungan TNI/Polri dan pemerintah setempat kian rutin menggelar razia di lokasi tambang minyak ilegal itu, saat ini aktivitas tambang minyak ilegal di Desa Bungku, Batanghari, Jambi, mulai berkurang. Sebab, banyak sumur yang ditutup paksa serta alat-alat tambang ilegal yang dirusak dan diamankan aparat.

"Alhamdulillah, sejak mulai dilakukan razia rutin sekarang aktivitas tambang minyak ilegal di Desa Bungku itu sudah mulai berkurang, bahkan sudah tidak ada lagi karena rutinnya razia yang kerap dilakukan tim Satgas baik TNI/Polisi dan Pemkab. Hanya, kondisi yang terbakar ini adanya di lokasi terdalam yang mana akses begitu jauh dan sulit dilalui kendaraan. Tambang sumur minyak ilegal yang terbakar itu dilakukan mereka di kawasan konsesi, lahan wilayah perusahaan yang memang sulit dijangkau," terang bupati.

Sejauh ini, Fadhil menyebutkan telah melakukan tindakan mitigasi untuk penanganan pemadaman api. Tim juga telah melakukan upaya perambahan pohon-pohon yang ada di sekitar lokasi kebakaran guna mencegah terjadinya penyebaran karhutla kembali.