Aspri: Maskur Husain Habiskan Rp 142 Juta Sawer Penyanyi-Karyawan Kafe

Zunita Putri - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 21:58 WIB
Sidang kasus suap penyidik KPK Maskur Husain (Zunita Putri/detikcom)
Sidang kasus suap eks penyidik KPK Maskur Husain (Zunita Putri/detikcom)
Jakarta -

Asisten pribadi terdakwa kasus suap mantan penyidik KPK Maskur Husain, Yuri Novica mengatakan Maskur kerap menerima uang asing. Seperti apa?

Yuri yang bersaksi di persidangan mengaku pernah diperintah menukarkan beberapa kali uang asing yang tidak diketahui Yuri sumbernya dari mana. Dari beberapa kali penukaran uang asing, dia menyebut Maskur pernah menggunakan hasil dari tukar uang asing itu untuk 'menyawer' penyanyi hingga karyawan kafe.

"Ada satu lagi (tukar uang) di Mangga besar, Jakbar, tanggal 29 Maret 2021. (Kronologi) saya posisi di kantor Maskur Husein ditelepon saya, malam sekitar jam 21.00 WIB disuruh susul ke Mangga Besar, saya susul ke kafe Oasis sampai sana saya samper Maskur di lobi dan suruh tukar uang dolar di mobil, kemudian saya tukar di money changer jadi sekitar Rp 140 juta," ungkap Yuri di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (27/9/2021).

"Yang Rp 40 juta saya pegang cash, yang Rp 100 jura saya transfer ke 2 rekening Maskur, masing-masing Rp 50 juta, Rp 50 juta. Dihabisin di kafe disawer-sawer," lanjut Yuri.

Yuri mengatakan seluruh karyawan, penyanyi dan pemusik disawer oleh Maskur. Awalnya Maskur menghabiskan uang Rp 40 juta dari penukaran uang, setelah habis Maskur kembali mengambil uang Rp 100 juta yang ditransfer Yuri ke rekeningnya. Hingga uang itu habis dipakai untuk menyawer.

"Iya di Kafe Oasis ke semua karyawan, semua penyanyi, pemusik, semua," kata Yuri.

Dalam perkara ini yang duduk sebagai terdakwa adalah AKP Robin dan Maskur Husain. Robin didakwa bersama Maskur Husain menerima suap yang totalnya Rp 11 miliar dan USD 36 ribu atau setara Rp 11,538 miliar berkaitan dengan penanganan perkara di KPK. Mantan penyidik KPK itu menerima suap dari sejumlah nama, termasuk dari Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

Dalam dakwaan jaksa disebut uang suap yang diterima Robin dan Maskur sebagian adalah mata uang asing. Ada juga uang yang diterima awalnya berbentuk rupiah, namun karena jumlahnya banyak ditukarkan Robin ke money changer untuk diserahkan ke Maskur.

Atas perkara ini, AKP Robin dan Maskur Husain terancam pidana dalam Pasal 12 huruf a juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (selanjutnya disebut UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP dan Pasal 11 juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP.

(zap/isa)