Kisah UMKM Batik Dorong Ibu-ibu Rusun Marunda Mandiri Secara Ekonomi

Inkana Putri - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 17:11 WIB
Tokopedia
Foto: Dok. Tokopedia
Jakarta -

Menjelang Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2021, Tokopedia mencatat peningkatan penjualan produk batik hampir 2x lipat selama kuartal II tahun ini. Adapun masker hingga kemeja batik menjadi produk yang paling laris terjual di Tokopedia.

"Kemeja batik, kain jarik serta masker kain batik menjadi beberapa produk batik yang banyak diburu masyarakat," ungkap Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Astri Wahyuni dalam keterangan tertulis, Senin (27/9/2021).

Astri menyampaikan peningkatan ini semakin mendorong Tokopedia untuk terus berkolaborasi bersama para mitra strategis. Salah satunya dengan bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) untuk menggelar Pameran Online Rumah Kriya Asri (RKA) hingga Desember 2021.

Menurutnya, keberadaan UMKM termasuk yang bergerak di industri batik sangat penting didukung oleh semua pihak.

"Mari dukung keberlangsungan industri batik dalam negeri dengan memakai produk buatan UMKM lokal agar kita bisa bangkit bersama memulihkan perekonomian Indonesia," kata Astri.

Ketua Umum Dekranas, Wury Ma'ruf Amin mengungkapkan pameran RKA menghadirkan puluhan UMKM dengan ribuan produk kerajinan, termasuk batik. Wury berharap adanya pameran ini dapat membangkitkan UMKM sehingga mendorong pemulihan nasional.

"Mengusung tema 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas, toko daring Dekranas di Tokopedia menghadirkan puluhan UMKM dengan ribuan produk kerajinan nusantara, termasuk batik. Harapannya lewat pemanfaatan teknologi, UMKM bisa terus menjadi tonggak pemulihan ekonomi nasional," katanya.

Kehadiran pameran batik mendapat respons positif dari berbagai UMKM perajin batik. Salah satunya Pemilik Batik Marunda, Irmanita H. Sinurat (Irma) yang telah bergabung di Pameran Online RKA Dekranas di Tokopedia. Sejak 2015, Irma bercerita telah memberdayakan puluhan ibu dan perempuan muda putus sekolah di wilayah Rumah Susun Marunda lewat bisnis batiknya.

"Pelatihan membatik terus kami berikan bagi ibu-ibu rusun agar mereka bisa mandiri secara ekonomi, bahkan bisa melatih UMKM lainnya. Kami pun menggandeng sejumlah seniman dan desainer ternama yang menyumbangkan ide-idenya untuk dijadikan motif batik kami," katanya.

Seiring perkembangan bisnis batiknya, jumlah perajin yang bergabung di Batik Marunda pun terus meningkat hingga 5x lipat. Bahkan, Irma juga membantu pegiat usaha lokal kain dan alat batik asal Pekalongan sebagai penyedia material pembuatan Batik Marunda.

Sayangnya, pandemi membuat omzet Batik Marunda turun hingga 80% dari total keseluruhan pendapatan. Namun, hal ini tak lantas membuat Irma putus asa. Sebagai pembina, Irma mencari cara untuk memasarkan Batik Marunda agar perekonomian para perajin bisa terbantu, salah satunya dengan berjualan di Tokopedia.

"Namun kami tetap berinovasi dengan membuat masker kain batik yang lebih relevan dengan keadaan saat ini," tutur Irma.

"Setelah bergabung di Tokopedia lewat program Dekranas, banyak sekali manfaat yang dirasakan, mulai dari pelatihan terkait pemasaran produk secara online, kemudahan dalam bertransaksi hingga promosi ke masyarakat lebih luas," imbuhnya.

Sejak bergabung di Tokopedia, omzet Batik Marunda perlahan meningkat kembali. Hal ini menjadi motivasi Irma bersama perajin lainnya untuk menghasilkan produk batik dengan harga lebih terjangkau agar dapat menggaet pasar milenial.

(akn/ega)