Kemnaker Puji Keberhasilan Program Desmigratif di Ponorogo

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 17:00 WIB
Kemnaker Puji Keberhasilan Program Desmigratif di Ponorogo
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memuji keberhasilan program Desa Migran Produktif (Desmigratif) yang berhasil mengubah Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Atas dedikasi pendamping desa yang telah mengerahkan seluruh kemampuannya melalui program Desmigratif, maka kini wajah Desa Paringan telah banyak mengalami perubahan pesat.

"Terima kasih khususnya kepada Kepala Desa Paringan yang telah berhasil mengubah wajah Desa Paringan, karena 80 persen penduduknya adalah pekerja migran," kata Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi dalam keterangan tertulis, Senin (27/9/2021).

Anwar menyatakan sekitar tahun 80-an fenomena orang ke luar negeri merupakan suatu tren pertama kali untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (dulu TKW) di Arab Saudi, Malaysia, Taiwan, dan Korea, hingga ke Hongkong. Secara perlahan, warga Desa Paringan telah menjadi salah satu kantong pekerja migran karena banyak warganya yang bekerja di luar negeri.

"Potensi dan modal pengetahuan warga Pinaringan, yang sudah banyak di luar negeri, dibawa PMI ketika pulang dan itu akan menjadi kenangan yang diingat ketika mewujudkan suatu gagasan. Program Desmigratif ini intinya kalau berhasil harus kita tambah," ujarnya.

Anwar menambahkan Desmigratif adalah program perlindungan terhadap pekerja migran sejak dari kampung halaman yang bertujuan untuk memberikan pelindungan yang komprehensif bagi PMI dan keluarganya. Terdapat empat pilar Desmigratif yakni pusat layanan migrasi, usaha produktif, pengasuhan anak secara bersama (community parenting), dan koperasi yang dalam pelaksanaannya memerlukan proses pembelajaran dan kreativitas.

"Sesuai arahan Ibu Menaker Ida Fauziyah, telah meminta seluruh jajaran Kemnaker agar program Desmigratif, khususnya pilar community parenting ini benar-benar mewujudkan kepedulian yang nyata terhadap perkembangan anak-anak PMI," ujar Anwar.

Ia menambahkan Desa Paringan ini harus tetap dibantu agar bisa mandiri, dan yang masih tertinggal harus dibantu agar bisa berhasil. "Ini menurut saya tidak terlalu sulit dalam hal pemikiran," katanya.

Dari hasil dialog dengan pendamping desa, Anwar berpendapat di Desa Paringan masih ada ada dana desa yang bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk infrastruktur tetapi dapat dimanfaatkan untuk bidang yang lain.

"Kalau potensi pasar ini sudah besar, saya bisa berbicara dengan Kementerian PUPR untuk dibantu infrastrukturnya agar dapat membuka pasar besar dalam hal produksi. Kita sedang menggagas kombinasi antara Kemendes, Kemnaker dan Kemenkop UKM untuk saling bekerja sama," katanya.

(akd/ega)