PKI dan Komunisme, Isu Tahunan Gatot Nurmantyo Jelang 30 September

Tim detikcom - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 14:42 WIB

27 September 2017: Anak PKI sudah masuk DPR

Dia berbicara di FGD yang diselenggarakan Fraksi PKS, bertajuk 'Pancasila dan Integrasi Bangsa'. Mahfud Md Turut menjadi pembicara.

Gatot Nurmantyo mulai bicara soal anak anggota PKI yang kini sudah bisa diterima masyarakat sama seperti anak anggota masyarakat lainnya. Bahkan ada anak PKI yang menjadi anggota DPR.

"Kalau kita lihat G30S/PKI, dendam yang luar biasa. Tapi begitu selesai, tidak," ujar Gatot di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/9/2017).

Menurut Gatot, bangsa Indonesia saat ini sudah cukup dewasa. Dia lalu memberi contoh ada keturunan PKI yang kini duduk di parlemen.

"Buktinya jelas, siapa yang berkubu 'aku bangga sebagai anak PKI'. Orangnya ada di sini, ya kan? Masuk parlemen ya, diapa-apakan nggak sama umat muslim? Diapa-apakan nggak? Tidak," tutur Gatot.

22 Maret 2018: Bicara kebangkitan PKI

Gatot sudah tidak lagi menjabat Panglima TNI. Di acara detikcom, dia mengatakan isu kebangkitan PKI selalu ia kemukakan untuk memberikan peringatan.

"(Soal isu PKI) bukan dibangkit-bangkitkan. Tapi, manakala ada indikasi 'saya bangga jadi anak PKI', itu kan warning seharusnya. Jangan sampai kejadian itu terulang," kata Gatot.

21 September 2020: Gatot bicara pencopotan dirinya

Video berjudul 'Jenderal Gatot Endus PKI Gaya Baru Sejak 2008' diunggah oleh kanal YouTube Hersubeno Point. Gatot banyak bicara soal PKI di kanal YouTube itu.

Gatot curhat soal seorang 'sahabat di PDIP' yang memintanya menghentikan perintah nonton bareng film G30S/PKI pada 2017. Bila tidak mau menghentikan acara itu, Gatot bakal dicopot dari jabatan Panglima TNI saat itu.

"Pada saat saya menjadi panglima TNI saya melihat itu semuanya, maka saya perintahkan jajaran saya untuk menonton film G30S/PKI. Pada saat itu, saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebut saja partai PDI, menyampaikan, 'Pak Gatot, hentikan itu, kalau tidak pasti Pak Gatot akan diganti'," kata Gatot saat bicara di kanal YouTube Hersubeno Point.

Isu ini kontroversial, ditepis oleh anggota PDIP yang duduk di DPR, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin. Gatot juga dinilai melakukan pencitraan menuju Pilpres 2024 lewat isu PKI itu.

Gatot juga bicara soal kebangkitan PKI. Dia mengaku mengetahui kebangkitan PKI gaya baru sejak 2008.

"Memang gerakan ini tidak bisa dilihat bentuknya, tetapi dirasakan bisa. Contohnya kenapa 2008, karena sejak 2008 itulah seluruh sekolah, pelajaran soal G30S/PKI ditiadakan. Ini suatu hal yang sangat berbahaya," ujar Gatot.

27 September 2021: Paham komunis menyusup ke TNI

Terbaru, Gatot mengklaim paham komunis telah menyusup ke tubuh TNI. Dia menyampaikan hal tersebut lewat acara webinar yang berjudul 'TNI Vs PKI' pada Minggu (26/9) kemarin. Awalnya Gatot menceritakan terkait sejarah pemberontakan yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia.

Dia menyebut pemberontakan PKI sebetulnya sudah dimulai pada 1948 atau tiga tahun setelah Indonesia merdeka. Dia menyebut, di usia Indonesia yang semuda itu, PKI di Madiun sudah berupaya mengambil alih Indonesia.

"Bayangkan bagaimana suasana kebangsaan kita tahun 1948, negara masih dalam usia sangat belia, terjadi mega politik sangat tinggi, dan hadapi agresi militer Belanda, peluang ini dimanfaatkan (PKI) untuk kudeta pada tahun 1948. Disertai tiga ciri khas, menculik, menganiaya terhadap warga sipil, polisi dan ulama. Tapi melalui suatu operasi militer, terutama pasukan Siliwangi, pada akhir November 1948, pemberontakan PKI Madiun berhasil ditumpas," kata Gatot.

Kemudian Gatot Nurmantyo menyebut, setelah ditumpas, PKI ternyata muncul kembali pada Pemilu 1955. Dia menyebut kala itu PKI menjadi partai terbesar kedua setelah PNI.

Upaya pemberontakan PKI, kata dia, menjadi yang terbesar pada peristiwa G30SPKI. Dia menyebut saat itu ada 7 pahlawan revolusi yang gugur akibat peristiwa tersebut.

Atas beberapa sejarah itu, Gatot lantas menyinggung terkait masih ada-tidaknya PKI saat ini. Dia menegaskan komunisme saat ini di Indonesia masih ada meski selalu dibantah berbagai pihak.

Gatot lantas memberikan bukti-bukti masih adanya PKI di Indonesia lewat insiden perusakan museum Kostrad. Dia menyebut dalam museum tersebut terdapat sejumlah bukti peristiwa penumpasan komunisme, seperti patung yang dihilangkan.

"Bukti nyata jurang kehancuran itu adalah persis di depan mata, baru saja terjadi adalah Museum Kostrad, betapa diorama yang ada di Makostrad, dalam Makostrad ada bangunan, bangunan itu adalah kantor tempatnya Pak Harto (Soeharto) dulu, di situ direncanakan gimana mengatasi pemberontakan G30SPKI di mana Pak Harto sedang memberikan petunjuk ke Pak Sarwo Edhie sebagai Komandan Resimen Parako dibantu oleh KKO," tuturnya

Dia lalu meminta agar TNI AD, TNI AL, dan TNI AU bersatu untuk membersihkan penyusupan PKI di tubuh TNI. Dia meminta agar TNI membersihkan jajaran dari indikasi penyusupan itu.

"Saya ulangi Ini berarti sudah ada penyusupan di dalam tubuh TNI, dalam kesempatan ini saya mengetuk jiwa patriotisme dan ksatria prajurit TNI AD, TNI AL, dan TNI AU agar bersama-sama membersihkan jajaran TNI dari penyusupan maupun pengaruh akan merusak jiwa-jiwa prajurit TNI dan bisa menyebabkan pengkhianat minimal atau pun menjual institusi hanya untuk sekedar jual jabatan dan akan bermuara pada ingkar, pada sumpah pada Allah," ungkapnya.

Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) buka suara soal tudingan Gatot itu. Kostrad mengatakan inisiatif pembongkaran patung-patung tersebut bukan berasal dari pihaknya.

"Bahwa tidak benar Kostrad mempunyai ide untuk membongkar patung Pak Harto, Pak Sarwo Edhie, dan Pak Nasution yang ada dalam ruang kerja Pak Harto di Museum Dharma Bhakti di Markas Kostrad," ujar Kepala Penerangan Kostrad Kolonel Inf Haryantana dalam keterangan tertulis, Senin (27/9/2021).

Haryanta menerangkan pada Senin (30/8), mantan Panglima Kostrad (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution menemui Pangkostrad, Letjen Dudung Abdurachman. Pertemuan kala itu juga dihadiri Kaskostrad dan Irkostrad.

"Yang bertujuan meminta untuk pembongkaran patung-patung tersebut," ucap Haryanta.


(rdp/tor)