Gugur Ditembak KKB Papua, Bharatu Kurniadi Dimakamkan di TMP Aceh Tamiang

Agus Setyadi - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 10:53 WIB
Banda Aceh -

Bharatu (Anm) Muhammad Kurniadi Sutio gugur saat terjadi kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua. Kurniadi akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Aceh Tamiang, Aceh.

"Rencananya akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Johar Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang," kata Kasubbag Humas Polres Aceh Tamiang Iptu Untung Sumaryo, saat dihubungi detikcom, Senin (27/9/2021).

Kurniadi bakal dimakamkan melalui prosesi upacara militer dengan inspektur upacara Kapolres Aceh Tamiang AKBP Imam Asfali. Untung mengatakan, pihaknya masih menunggu jenazah yang dibawa pulang ke Aceh Tamiang.

Menurut Untung, sebelum dimakamkan, jenazah akan dibawa ke rumah duka terlebih dulu. Di sana, juga akan dilakukan pemberian santunan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada ahli waris.

"Sekarang kami masih menunggu kedatangan jenazah," jelas Untung.

Sebelumnya diberitakan, Bharatu (Anm) Kurniadi gugur saat terjadi kontak tembak dengan teroris KKB di Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua. Jenazah Muhammad Kurniadi akan dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

"Jenazah sudah dievakuasi dari Kiwirok dan akan diotopsi di RS Bhayangkara, selanjutnya akan diterbangkan ke kampung halaman untuk dimakamkan," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal, Minggu (27/9).

"Jenazah akan diberangkatkan nanti sore menggunakan Lion Air transit Jakarta dan Bandara Kuala Namu Medan selanjutnya ke kampung halamannya," ujar Kamal.

KKB Tembaki Polsek Kiwirok

Kontak tembak itu terjadi pada pukul 04.50 WIT pagi tadi. Kontak tembak itu bermula ketika KKB menembaki Polsek Kiwirok.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

"Betul, kontak tembak di Mako Polsek Kiwirok," ujar Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito ketika dikonfirmasi detikcom, Minggu (26/9). Cahyo menjawab pertanyaan wartawan betul-tidaknya KKB menembaki Mapolsek Kiwirok terlebih dahulu.

Ini merupakan kelanjutan dari sederet ketegangan yang terjadi di Kiwirok, Papua, beberapa waktu terakhir akibat ulah KKB. KKB dengan keji membakar puskesmas di Kiwirok hingga menganiaya dan melecehkan tenaga kesehatan.

Korban berjatuhan akibat kekejian KKB di Kiwirok. Suster Gabriella meninggal akibat serangan KKB. Seorang anggota TNI, Pratu Ida Bagus Putu, kemudian gugur dalam baku tembak dengan KKB saat hendak mengevakuasi jenazah Suster Gabriella.

Imbas serangan KKB yang belum berakhir, aparat TNI-Polri mengungsikan warga Distrik Kiwirok untuk sementara waktu karena teror yang dilakukan KKB mengancam keselamatan warga.

Berdasarkan keterangan tertulis Satgas Humas Nemangkawi, Sabtu (25/9), aparat TNI-Polri menyediakan pesawat untuk mengangkut para pengungsi pagi ini. Kegiatan evakuasi dipimpin Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Kurnito dan tim Satgas Nemangkawi.

"Setelah situasi kondusif, warga yang dievakuasi dapat menentukan apakah kembali ke Distrik Kiwirok atau akan bersama kerabat atau keluarga yang ada di Oksibil maupun Jayapura," kata Wakasatgas Humas Nemangkawi Kompol Rudi Hartono.

(agse/jbr)