Mulai Oktober, Fitur PeduliLindungi Bisa Diakses di Gojek hingga Tokopedia

Inkana Putri - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 10:27 WIB
Pengunjung yang masuk di Kudus Extension Mal menunjukkan aplikasi PeduliLindungi, Jumat (17/9/2021).
Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Jakarta -

Aplikasi PeduliLindungi menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menekan kasus penyebaran COVID-19 di ruang publik. Meski demikian, penerapannya PeduliLindungi menuai kendala bagi sebagian masyarakat.

Kesulitan mengunduh aplikasi PeduliLindungi karena memori di smartphone penuh kerap dialami masyarakat. Guna mengatasi hal ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menjadikan fitur PeduliLindungi dapat diakses melalui aplikasi lain pada Oktober mendatang.

Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji mengatakan saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan platform digital seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket, Dana, Cinema XXI, Link Aja, bahkan Jaki. Jadi masyarakat tidak harus menggunakan PeduliLindungi tetapi bisa mendapatkan fitur-fitur yang ada di PeduliLindungi pada aplikasi tersebut.

"Ini akan launching di bulan Oktober ini. Ada proses di mana kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses oleh setiap orang. Jadi aplikasi yang paling banyak digunakan itu kan seperti ada Gojek, Grab, Tokopedia dan lain sebagainya. Itu bisa digunakan untuk bisa masuk ke berbagai macam fitur yang ada di PeduliLindungi," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (27/9/2021).

Lebih lanjut Setiaji menyampaikan masyarakat yang tidak memiliki smartphone dan ingin melakukan perjalanan tetap dapat teridentifikasi status hasil tes swab dan sertifikat vaksinnya. Status tersebut dapat diketahui melalui nomor NIK saat membeli tiket.

"Sudah kami berlakukan di bandara, misalnya di bandara itu bahkan di tiket sudah kita integrasikan. Kalau naik kereta api itu sudah tervalidasi pada saat pesan tiket, sehingga tanpa menggunakan handphone pun itu bisa diidentifikasi bahwa yang bersangkutan sudah memiliki vaksin dan ada hasil tesnya (PCR atau antigen)," ucapnya.

Sementara itu, bagi tempat yang tidak terintegrasi dengan PeduliLindungi, masyarakat bisa memeriksa secara mandiri dengan memasukkan NIK di PeduliLindungi. Nantinya, PeduliLindungi akan memunculkan status kelayakan masuk ke tempat tersebut.

"Di PeduliLindungi itu sudah ada fitur untuk self check. Jadi sebelum berangkat orang-orang bisa menggunakan self-check terhadap dirinya sendiri," pungkas Setiaji.

Simak juga video 'Kemenparekraf Ingin PeduliLindungi Jadi Acuan Berwisata':

[Gambas:Video 20detik]



(mul/ega)