Jalur Layang Stasiun Manggarai Diyakini Pecah Mobilitas Penumpang yang Transit

Nahda Rizki Utami - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 22:08 WIB
KAI Commuter akan melakukan penyesuaian layanan naik turun pengguna KRL di Stasiun Manggarai mulai hari ini, Sabtu (25/9).
Tempat Naik-Turun Baru di Stasiun Manggarai (Foto: Dok. DJKA Kemenhub )
Jakarta -

Jalur layang Stasiun Manggarai telah beroperasi sejak Sabtu (25/9) kemarin. PT KCI menilai jalur layang ini diyakini memecah mobilitas penumpang KRL untuk transit karena lebih dari 60 persen penumpang berasal dari Bogor.

"Kalau mobilisasinya pasti kita kan Bogor itu di atas 60% ya untuk volume penumpang dari kita sebelum pandemi itu bisa 1,2 juta penumpang dan 60% itu ada di jalur Bogor. Jadi ini adalah memang untuk central light dari Bogor-Jakarta Kota, Kota-Jakarta Bogor. Sangat memecah sekali untuk mobilisasi masyarakat khususnya yang menggunakam transit," kata VP Corporate Communication PT KCI, Anne Purba, Minggu (26/9/2021).

PT KCI juga memperhitungkan keselamatan penumpang pada saat transit dan dapat mendukung protokol kesehatan sehingga menambah jalur mobilisasi penumpang yang ingin transit menuju Bogor ataupun Jakarta Kota.

"Yang pertama kami perhitungkan adalah keselamatan dari pengguna jasa commuterline ketika sedang transit sehingga inilah yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan. Kita perlu apresiasi walaupun pandemi ini bisa selesai dan ini sangat mendukung protokol kesehatan karena ini sudah terbagi saat ini," jelas Anne.

"Central light yang dari Jakarta Kota ke Depok, Bogor sebaliknya itu sudah ada di peron 10,11,12 dan 13 dan untuk jalur lainnya sudah tersedia di bawah. Sangat mendukung protokol kesehatan karena pintunya jadi dua, mobilisasi masyarakat untuk transit juga sudah bertambah," sambungnya.

Di masa PPKM level 3 ini, PT KCI juga menambah perjalanan walaupun penumpang KRL masih turun diangka 70 persen agar mengurangi kepadatan yang ada si KRL.

"Kami juga menambahkan perjalanan walaupun sebenarnya penumpang kami turun masih diangka 70 persen, tapi perjalanan kita tambah supaya bisa mengurai kepadatan yang ada di KRL," jelas Anne.

Terakhir, PT KCI menegaskan pengawasan tetap dilakukan dengan menggunakan kuota dan melakukan pembatasan. PT KCI juga sudah membangun digitalisasi pelayanan melalui KRL akses untuk menginformasikan keadaan dari setiap stasiun.

"Pengawasannya tetap dengan menggunakan kuota. Kuota KRL itu masih di bawah 50 persen, kemudian kami masih melakukan pembatasan. Jadi kalau misalkan mau naik KRL di jam sibuk itu pasti antre. Kami sudah bangun digitalisasi pelayanan melalui KRL akses untuk menginformasikan status dari salah satu stasiun," jelas Anne.

"Untuk diketahui juga khusus jalur Bogor yang memang padat itu sudah 3 menit jaraknya. Ini adalah jarak paling maksimal untuk keselamatan menggunakan Commuterline sudah kita jalankan khususnya di pagi dan sore hari," tambahnya.

(dwia/dwia)