Soroti Bayi Manusia Silver, LaNyalla Ingatkan Bahaya Eksploitasi Anak

Khoirul Anam - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 21:12 WIB
Ketua DPD LaNyalla
Foto: Dok. DPD RI
Jakarta -

Ketua DPD, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyoroti foto viral bayi sepuluh bulan yang dijadikan manusia silver di kawasan SPBU Parakan, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel). Ia pun mengingatkan kepada orang tua mengenai bahaya mengeksploitasi anak dengan alasan kepentingan ekonomi.

Menurut LaNyalla, eksploitasi berdampak buruk pada fisik dan psikologis anak.

"Saya meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangsel untuk mengungkap foto viral di media sosial yang memperlihatkan bayi laki-laki berusia 10 bulan dicat silver seluruh wajahnya," ujar LaNyalla dalam keterangan tertulis, Minggu (26/9/2021).

Senator asal Jawa Timur itu menilai, hal tersebut tentu akan berdampak negatif terhadap tumbuh kembang anak yang masih bayi.

Ia meminta agar dilakukan penyelidikan dan advokasi karena eksploitasi anak dengan alasan mencari nafkah dalam bentuk apa pun tidak diperbolehkan dan melanggar hak-hak anak.

"Apa pun alasannya, tindakan tersebut masuk sebagai kategori eksploitasi anak dan jelas melanggar hak-hak mereka. Saya minta hal ini agar diselidiki dan diadvokasi," pinta LaNyalla.

Menurutnya, kulit bayi yang terkena cat sangat membahayakan. Hal ini bisa menyebabkan penyakit kulit dan penyakit lainnya, seperti gangguan saluran pernapasan atau paru-paru karena terkena debu serta dampak negatif lainnya.

LaNyalla mengingatkan DPMP3AKB untuk mengambil langkah-langkah konkret demi menekan angka eksploitasi anak terutama anak balita yang sudah lama marak.

"Ini akan membahayakan generasi yang akan datang baik secara sosial, psikologis, dan juga psikis," katanya.

Di sisi lain, ia juga meminta akar persoalan segera dituntaskan. Menurut dia, faktor ekonomi menjadi dasar orang tua mengeksploitasi anak-anaknya.

Ia menegaskan, pundi-pundi uang yang didapat dengan mengeksploitasi anak tak sebanding dengan masa depan mereka yang gemilang.

"Permasalahan ekonomi perlu segera diselesaikan oleh dinas sosial agar tidak melakukan eksploitasi anak demi mendapat belas kasihan memberi uang receh, tetapi kesehatan anak menjadi korban dan berdampak lebih besar bagi masa depan anak," tutur dia.

(ega/ega)