Cerita di Balik Suksesnya Rumah Digital Indonesia Rayakan Kemerdekaan RI

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 19:59 WIB
Rumah Digital Indonesia (RDI) (dok istimewa)
Foto: Putri Tanjung Bicara Asal Mula Rumah Digital Indonesia (dok istimewa)
Jakarta -

Rumah Digital Indonesia (RDI) sukses menyelenggarakan festival kemerdekaan Indonesia secara virtual. Staf Khusus Presiden sekaligus salah satu inisiator RDI, Putri Tanjung, menceritakan asal mula terbentuknya RDI.

Munculnya RDI disebut bermula dari kegelisahan banyak pihak terkait perayaan HUT kemerdekaan Indonesia. Terlebih kondisi Indonesia masih dalam masa pandemi COVID-19.

"Jadi Rumah Digital Indonesia ini datang dari kegelisahan kita semua. Kita tahu bahwa biasanya perayaan kemerdekaan adalah sesuatu yang festive setiap tahunnya. Di mal ada diskon, di kompleks rumah ada perlombaan, makan bareng. Tahun ini sedikit berbeda karena masa-masa pandemi," ujar Putri saat melakukan Instagram Live di Instagram @rumahdigitalindonesia.id, Minggu (26/9/2021).

"Aku berpikir gimana ya caranya kita tetap bisa merayakan festive-nya kemerdekaan, tapi dengan cara yang baru," sambungnya.

Lebih lanjut Putri mengatakan, para inisiator RDI kemudian melakukan brainstorming dan terbentuklah RDI. Penyelenggaraan RDI sendiri didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Putri menuturkan RDI hadir untuk mempersembahkan berbagai konten kemerdekaan, mulai dari lomba khas 17-an, video perayaan kemerdekaan, hingga festival. Hal ini untuk membantu masyarakat tetap dapat merayakan HUT Kemerdekaan di tengah pembatasan akibat COVID-19.

Konten yang terdapat di RDI disebut diisi oleh masyarakat Indonesia baik dalam dan luar negeri. Menurutnya RDI hadir menjadi ruang kolaborasi sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo.

Rumah Digital Indonesia (RDI) (dok istimewa)Foto: Rumah Digital Indonesia (dok istimewa)

"Hampir seluruh konten yang ada di RDI, seperti menyanyikan lagu nasional, baca puisi, film pendek, itu dari masyarakat. Kita mengumpulkan hampir banyak banget, hampir 900-an konten dari masyarakat," ujar Putri.

"Tanggung jawab kita memberikan opportunity dan platform untuk mereka showcasing their talent. Itulah kenapa RDI salah satu base-nya adalah user generated content (UGC), platform untuk masyarakat bisa berkontribusi dan memperlihatkan talenta mereka," tuturnya.

Festival kemerdekaan Indonesia secara virtual di RDI sendiri dilakukan pada 1-31 Agustus 2021. Dalam sebulan, RDI diakses lebih dari 4,8 juta kali oleh sekitar 1,3 juta pengunjung.

Terdapat lebih dari 22.000 peserta dari seluruh Indonesia yang telah ikut bertarung di Arena Lomba 17-an di RDI. Mereka memainkan lomba-lomba khas kemerdekaan, yakni tarik tambang, panjat pinang, makan kerupuk, dan balap karung secara virtual.

Lewat Pasar Lokal RDI juga telah memasarkan 1.878 produk dari 616 pelaku UMKM dari 34 provinsi.

Meski lomba telah selesai dilaksanakan, namun masyarakat masih bisa mengakses dan berpartisipasi di RDI. Putri berharap RDI dapat menjadi ruang kolaborasi bagi masyarakat.

"RDI bisa jadi ruang kolaborasi kementerian-kementerian, kolaborasi antar-masyarakat, industri kreatif; bisa jadi showcasing di mana kita bisa memperlihatkan budaya kita, cerita Indonesia, dsb," ucap Putri.

(dwia/imk)