Pengalaman Diremehkan oleh Pasien sebagai Fisioterapis Wanita

Khairunnisa Adinda Kinanti - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 15:18 WIB
Jakarta -

Menjadi seorang fisioterapis perempuan membuat Windy Mayang (29) terkadang mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan. Salah satunya, diremehkan pasien.

"Kalau diremehin itu pasti ya, 'Yaelah cewek biasanya juga gua ngurut sama yang bertato, ini bisa nggak nanganinnya.', 'Kok D3 bisa naik sih?', 'Cuma cewek doang paling menang tampang,' Dulu saya sempat sedih tapi setelah dipikir-pikir lagi tanpa mereka melecehkan kita, melecehkan dalam segi keilmuan kita ya sekarang jadi melambung dan tidak ada gender," ujar Windy Mayang dalam program Sosok.

Windy sendiri tidak terlalu peduli atas hal-hal remeh itu. Dia tetap pada tujuan utamanya, yaitu membahagiakan keluarga yang sudah mendukungnya hingga saat ini.

Pengalaman yang tidak terlupakan bagi Windy Mayang ketika ada seorang pasien perempuan yang mengalami lumpuh di kaki sebelah akibat tindakan operasi yang sebelumnya dilakukan. Karena sama-sama perempuan, Windy Mayang pun sangat mengerti keadaan sang pasien.

"Singkat ceritanya itu beliau miom otomatis kan epidural di belakang. Diambil miom selesai. Akhirnya ternyata 3 tahun kemudian ternyata dia sarafnya kejepit. Tanpa peran fisioterapi dia langsung operasi kembali HNP (Hernia nukleus pulposus. Sering disebut saraf kejepit, red) . Dari HNP tersebut akumulasi beliau ini lumpuh sebelah," ujar Windy sembari mengingat kejadian tersebut.

Karena sebagai sesama perempuan yang identik mempunyai perasaan sensitif, Windy menceritakan, jika berada di posisi tersebut, dia pun tidak akan kuat.

"Sampai saya masuk ke dalam organ leher vaginanya sebanyak 8x kalau nggak salah, agar bisa berkontraksi, saya pribadi pas liat pasiennya kayak 'Wih keren nih Win, keren banget lo Win' menyemangati diri sendiri untuk menjadi hero-nya dia buat bisa jalan. Dan akhirnya beliau sudah nampak bisa jalan dan bekerja," ujar Windy Mayang sambil menangis.

Profesi yang dijalaninya selama ini tentunya tak luput dari pengalaman-pengalaman pahit maupun menyenangkan. Namun karena dirinya selalu menikmatinya, justru banyak pengalaman menyenangkan yang dialaminya saat pasien yang ditanganinya bisa sembuh.

Saksikan kisah lengkapnya di video atas

(gah/gah)