Beringin Tumbang di Kantor Kalla Ditanam Kembali
Selasa, 11 Apr 2006 17:42 WIB
Jakarta - Pohon beringin yang berakar kuat di Istana Wakil Presiden tumbang gara-gara hujan deras dan angin kencang. Tanda apa? Pohon yang dijadikan simbol Partai Golkar itu pun kini ditegakkan kembali dan ditanam ulang. Padahal, pohon lainnya yang tumbang dipangkas ranting dan dahannya, lantas dibuang.Pohon beringin ini sudah cukup tua. Diameter pohonnya juga cukup besar, sekitar 1 meter, dengan tinggi sekitar 6 meter. Saat berdiri kokoh, pohon yang ditanam sejak zaman Wakil Presiden Try Sutrisno ini memang terlihat rindang.Pohon yang sering dijadikan ikon 'keramat' ini ditanam di sebelah gedung II. Di saat Wakil Presiden dijabat Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla, gedung II ini sering digunakan untuk acara-acara pembukaan seminar atau tempat Wapres menggelar rapat.Pohon beringin ini tumbang saat hujan deras mengguyur kawasan Jakarta sekitar pukul 14.50 WIB, Selasa (11/4/2006). Braakk!! Selain pohon beringin, juga tumbang pohon sawo dan beberapa pohon kecil. Pohon palem juga dibuat berdiri miring.Setelah hujan reda, sekitar pukul 16.30 WIB, pohon ini ditegakkan kembali. Ada 15 orang yang dikerahkan untuk mengangkat pohon besar ini. Namun, awalnya mereka kewalahan. Pohon ini masih terlalu berat untuk mereka. Akhirnya, dengan bantuan tambang dan dua besi, para petugas itu berhasil menegakkan pohon itu lagi.Setelah pohon berdiri tegak, para petugas menggali lubang sebagai tempat penanaman pohon tersebut. Lantas pohon itu ditanam kembali di lubang tersebut. Saat ini, pohon tersebut sudah tampak berdiri tegak, meski harus ditopang oleh dua besi yang menyilang.Mengapa pohon beringin itu ditanam kembali, sementara pohon sawo yang tumbang langsung dipangkas dan dibuang? Para petugas yang menanam kembali pohon beringin itu tidak mengetahui secara pasti. "Kami hanya disuruh oleh staf protokol istana," kata salah seorang di antara mereka.Akibat hujan, kompleks Istana Wapres juga digenangi oleh air. Bahkan, ruang auditorium digenangi air setinggi mata kaki. Namun, hingga pukul 17.30 WIB, genangan air itu sudah surut.
(asy/)











































