3 Pimpinan DPR Jadi Tersangka di KPK, MAKI Minta Parpol Berbenah

Matius Alfons - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 05:43 WIB
Ketua Yayasan Mega Bintang 1997 Boyamin Saiman saat ditemui di PN Surakarta, Senin (29/3/2021)
Foto: Boyamin Saiman (kanan) (Ari Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Azis Syamsuddin menambah panjang daftar pimpinan DPR RI yang menjadi tersangka kasus korupsi di KPK. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menilai partai politik harus berbenah.

"Saya tidak ingin menyalahkan yang sudah terjadi, saya harap dengan ditahan Pak Azis Syamsuddin, sebelumnya Alex Noerdin, dan Setya Novanto dulu, bisa jadi masih ada sisa-sisa, tapi saya berharap ke depannya ini parpol mengirimkan kader-kader terbaik untuk menduduki jabatan-jabatan di legislatif maupun eksekutif," kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, saat dihubungi, Sabtu (25/9/2021).

Boyamin mengaku yakin setiap partai politik memiliki kader yang berkualitas dan berintegritas. Dia mengatakan parpol harus menyaring kadernya yang bakal dicalonkan untuk jabatan legislatif ataupun eksekutif.

"Kalau ini cara saringannya benar saya yakin setidaknya akan mendapatkan kader-kader terbaik dalam duduki jabatan dan emban amanah. Jadi sekali lagi itu bisa dilakukan saringan dengan cara ilmu pengetahuan, psikotes, profile assessment, cara track record dan cara pendidikan," ucap Boyamin.

Dia berharap keberadaan anggaran operasional parpol dari APBN segera terwujud. Menurutnya, hal ini bisa memicu parpol mengirimkan kader-kader terbaik untuk duduk di jabatan publik.

"Nanti parpol yang standarnya paling bagus, demokrasinya hidup, sistem pengkaderan bagus, maka akan dapat anggaran 100 persen. Tapi, kalau sistem demokrasinya buruk, tidak ada mekanisme mahkamah partai dan tidak ada mekanisme penggantian ketum yang demokratis dan sebagainya maka akan dikurangi 20 persen," ujarnya.

"Ini nantinya kita berharap parpol semakin profesional sehingga ketika kirim kader terbaik otomatis pasti bergaris lurus, sesuatu yang berbanding lurus, sehingga nantinya tidak akan ada lagi DPR menjadi kartu gilir untuk diproses oleh KPK atau penegak hukum lainya," sambung Boyamin.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan video 'Akhir Kisah Azis Syamsuddin: Terseret Korupsi, Mundur dari DPR RI':

[Gambas:Video 20detik]