Kementan Janjikan Data Produksi Seluruh Komoditas Tervalidasi BPS

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 18:29 WIB
petani
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri mengapresiasi penghargaan yang diberikan Badan Pusat Statistik (BPS) ke Kementerian Pertanian sebagai Mitra Terbaik BPS dalam meningkatkan komunikasi satu data.

Menurut Kuntoro, Mentan Syahrul Yasin Limpo sejak awal berani menyelesaikan urusan data pertanian yang selama ini selalu menjadi polemik publik. Dirinya teringat pertama kali Syahrul menjadi menteri, lembaga pertama yang dikunjungi adalah BPS.

"Saya ingat betul akhir Oktober 2019, beliau pertama kali kunjungan sebagai Mentan, kantor BPS yang dituju. Tujuannya satu, data tidak boleh berbeda dan jadi polemik," kenang Kuntoro dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/9/2021).

"Tidak butuh lama gebrakan beliau membuat kita kini telah punya satu data luas baku sawah. Bahkan data yang dikeluarkan Kementan, selalu hanya berdasar data BPS yang tervalidasi. Kami percaya BPS wali data di negara ini," imbuhnya.

Dia menilai BPS ini menjadi jawaban bagi keraguan sebagian pihak terhadap komitmen untuk menggunakan data yang valid dan terkonfirmasi kebenarannya.

"Kementan sangat peduli data. Pak Mentan sangat yakin data BPS tepat, dan nantinya data produksi seluruh komoditas harus tervalidasi lembaga ini. Dalam waktu dekat saya dengar data jagung nasional pun akan diterbitkan dalam format satu data KSA," tambah Kuntoro.

Sebagai informasi, sebelumnya Kementerian Pertanian (Kementan) dianugrahi sebagai mitra terbaik Badan Pusat Statistik (BPS) 2021 dalam meningkatkan kinerja komunikasi satu data. Penganugerahan tersebut merupakan rangkaian BPS Award serta peluncuran logo sensus pertanian 2023 (ST2023) sesuai standar internasional yang mengacu pada World Census of Agriculture 2020.

Kepala BPS Margo Yuwono menyampaikan selamat atas penghargaan BPS Award yang diraih Kementan tahun 2021 ini. Dia menilai Kementan adalah mitra terbaik yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan statistik di Indonesia.

Oleh karena itu, ia berharap kemitraan ini mampu memberi solusi terhadap bangsa Indonesia agar keluar dari krisis pandemi secara cepat.

"Sekali lagi selamat kepada Kementerian Pertanian atas kinerja komunikasi satu datanya. Tentu juga kami mengharapkan agar Kementerian memberikan alternatif alternatif solusi untuk membantu bangsa Indonesia keluar dari dampak pandemi," pungkas Margo.

(mul/mpr)