Buka Munas dan Konbes NU 2021, Ma'ruf Amin: COVID-19 Jadi Masalah Keagamaan

Kristina - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 17:30 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin di acara MUKISI
Wapres Ma'ruf Amin membuka Munas dan Konbes NU 2021. Ma'ruf Amin menyebut COVID-19 jadi masalah keagamaan. (Foto: dok. Setwapres)
Jakarta -

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengatakan permasalahan COVID-19 bukan hanya tentang kesehatan. Bagi umat Islam dan warga Nahdlatul Ulama (NU), menurutnya, hal tersebut sudah menjadi bagian dari keagamaan.

"Bagi kita umat Islam dan warga NU, menghadapi COVID-19 itu bukan masalah soal kesehatan, tapi juga sudah menjadi masalah keagamaan," kata Ma'ruf Amin dalam pembukaan Munas dan Konbes NU 2021, Sabtu (25/9/2021).

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut mengatakan permasalahan keagamaan yang dimaksud adalah sesuai dengan syariat untuk menjaga dan melindungi umat. Menurutnya, melindungi diri dari wabah adalah sesuatu yang wajib dilakukan.

Ma'ruf Amin juga menyampaikan masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam beberapa waktu ke depan. Salah satunya munculnya kemiskinan baru akibat akibat dampak dari pandemi COVID-19.

Menghadapi permasalahan sosial dan ekonomi tersebut dalam pandangan agama, kata Ma'ruf Amin, hukumnya fardu kifayah. "Menghadapi kemiskinan menurut pandangan keagamaan nu itu merupakan fardu kifayah," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ma'ruf Amin juga mewanti-wanti adanya tantangan yang lebih besar, seperti berkembangnya paham-paham radikalisme hingga apatisme terhadap masalah agama.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mendorong pemerintah melakukan pembenahan sistem kesehatan nasional. Langkah tersebut dapat ditempuh dari hulu ke hilir.

"Pandemi ini nyata dan belum usai. NU mendukung dan membersamai langkah-langkah pemerintah dalam menangani pandemi, dari hulu hingga hilir," kata Said.

Said menambahkan, pandemi hanya bisa diatasi dengan sinergi dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Masyarakat disiplin protokol kesehatan, sementara pemerintah menggalakkan vaksinasi dan memperbaiki ekosistem kesehatan.

"Pemerintah perlu membatasi akses masuk bagi tenaga kerja asing sampai situasi pandemi terkendali. Di sisi lain, masyarakat tidak boleh euforia dengan berbagai pelonggaran kegiatan masyarakat. Kita semua harus waspada terkait potensi datangnya gelombang ketiga," ucap Said.

Munas Konbes NU 2021 sebagai forum tertinggi kedua setelah Muktamar NU akan membahas dan memberikan berbagai rekomendasi penyelesaian persoalan kepada pemerintah pada setiap bidang.

Bidang-bidang yang menjadi pembahasan antara lain adalah tentang kesehatan, polhukam (politik, hukum, dan keamanan), pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan rakyat (kesra). Pembahasan tersebut akan menghasilkan sejumlah butir rekomendasi dari setiap bidang dan ditujukan kepada pemerintah.

Munas Konbes NU 2021 akan berlangsung selama dua hari, yakni pada 25-26 September 2021 di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta.

(kri/pay)