Buka Munas NU, Ma'ruf Amin Bicara Tantangan Kemiskinan di Masa Pandemi

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 16:59 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin
Wapres Ma'ruf Amin (Foto: dok. Setwapres)
Jakarta -

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin membuka Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar (Munas dan Konbes NU) 2021. Ma'ruf berbicara tentang tantangan kemiskinan di masa pandemi COVID-19.

"Tantangan kita yang juga masih dialami adalah masalah dampak itu (dampak pandemi COVID-19). Kita masih menghadapi pemulihan ekonomi, terutama menghadapi tingkat kemiskinan akibat COVID-19 itu bertambah. Ini yang kita terus upayakan," ujar Ma'ruf yang disiarkan dalam YouTube TV NU, Sabtu (25/9/2021).

Ma'ruf bersyukur Indonesia berhasil menurunkan angka penularan baru dan kematian. Namun ia berharap masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan agar tidak terjadi lonjakan kasus.

"Kita harus tetap waspada untuk tidak sampai terjadi lonjakan, baik lantaran kita kurang hati-hati menjaga kerumunan maupun karena adanya varian baru yang ada di beberapa negara. Bagi kita umat Islam dan warga NU, menghadapi COVID-19 itu bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga masalah keagamaan," ujarnya.

Lebih lanjut Ma'ruf mengatakan pemerintah sedang berupaya mengentaskan masyarakat dari kemiskinan di masa pandemi COVID-19.

"Ini yang akan kita hadapi dan pemerintah memang sedang bertekad menghilangkan kemiskinan ini dan melakukan pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi," ujarnya.

Sementara itu, Ma'ruf juga berbicara tentang tantangan NU menghadapi isu radikalisme. Ma'ruf juga berharap agar NU berperan dalam perdamaian global.

"Sesuai dengan tema ini, memang kita sudah saatnya mengambil peran global. Memang peran NU-lah secara nasional yang dianggap memberikan kontribusi besar di dalam menciptakan kerukunan, perdamaian ini menarik banyak pihak dan banyak sekali yang mengharapkan peran NU di tingkat global karena NU mempunyai prinsip yang kita sebut sebagai ukhuwah insaniyah, di samping ukhuwah insaniah dan ukhuwah wathaniyah," katanya.

"Prinsip-prinsip inilah yang sekarang ini diperlukan ketika dunia kita juga masih banyak terjadi konflik di mana-mana dan belum teratasi, baik melalui jalur-jalur diplomasi politik, apalagi melalui jalur militer," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PBNU Said Aqil mengatakan pelaksanaan Munas dan Konbes NU ini dilakukan secara terbatas dengan mengundang kalangan internal NU. Said mengatakan selama pandemi Corona, NU telah kehilangan ratusan kiai dan pengasuh pesantren.

"NU telah kehilangan ratusan kiai dan pengasuh pesantren selama pandemi. Ini musibah besar bagi NU dan kerugian besar bagi umat Islam. Karena itu, NU harus menjadi teladan dalam semua ikhtiar untuk memutus rantai penularan meski kita yakin sepenuhnya ajal di tangan Allah SWT," kata Said.

NU mendukung langkah pemerintah dalam menangani pandemi dari mulai penerapan protokol COVID-19 serta mendukung program percepatan vaksinasi.

"NU merekomendasikan agar pemerintah memperbaiki sistem kesehatan nasional dengan meningkatkan rasio dan keandalan fasilitas kesehatan RS dan puskesmas, mengurangi kesenjangan distribusi fasilitas dan tenaga kesehatan dokter, spesialis, perawat dan bidan, serta memperkuat ekosistem kesehatan mulai kemandirian farmasi, penambahan dokter dan nakes, kapasitas RS dan puskesmas dan produksi alkes," kata Said.

(yld/idh)