Rekaman Mesum Siswi SMU Diduga Bermotif Pemerasan
Selasa, 11 Apr 2006 16:39 WIB
Pekanbaru -
Rekaman siswi SMU 5 Pekanbaru yang berpose bugil di kamar mandi kini beredar luas. Diduga peredaran ini masih terkait urusan cinta yang berakhir pemerasan. Pihak kepolisian akan terus mengusutnya. Dari tiga versi rekaman mesum yang beredar, polisi menduga kuat rekaman siswi SMU 5 Pekanbaru yang benar hanya rekaman di bugil kamar mandi. Tidak terlihat wajah sang cowok. Rekaman ini diambil lewat HP kamera berdurasi sekitar satu menit. Lantas mengapa rekaman itu disebarkan? Informasi yang dihimpun dari Poltabes Pekanbaru, hal ini masih terkait urusan cinta antara siswi tersebut dengan kekasihnya. Sekitar dua bulan silam, jalinan kasih kedua ABG ini sempat ribut. Keduanya cekcok hebat di sekolahnya itu. Tidak jelas, siapa yang memulai keributan itu. "Dari keterangan yang kita himpun sementara, katanya si cewek ini sempat menuding si cowok suka gonta ganti pacar. Lantas terjadilah keributan itu," kata Kasat Reskrim Poltabes Pekanbaru, AKP Edi Fariyadi kepada detikcom, Selasa (11/04/2006) di ruang kerjanya Jl A Yani, Pekanbaru. Sikap siswi yang bernisial Mrt ini rupanya tidak bisa diterima cowoknya yang berinisial PMP - sebelumnya disebut-sebut berinisial AT. Keributan urusan cinta mereka tidak sampai di situ. Si cewek mengambil sikap tegas untuk memutuskan hubungan cinta dengan PMP yang dianggap kurang setia itu. Kabarnya, si cowok masih menginginkan hubungan cinta mereka tetap terjalin. Malah kabarnya si cowok waktu itu sempat melakukan 'lobi' kepada Mrt agar jalinan cinta mereka tidak terhenti di tengah jalan. Tapi, berbagai upaya pendekatan untuk merayu Mrt pun gagal. PMP pun seakan putus asa untuk bisa kembali kepangkuan sang kekasih. Merasa putus asa, diduga PMP yang merupakan anak seorang pejabat di lingkup Pemkot Pekanbaru, melakukan gertakan terhadap Mrt. Dia mengancam, bila Mrt tidak bersedia rujuk, maka rekaman telanjang Mrt di kamar mandi akan disebarluaskan. "Malah si cowok diduga sempat melakukan upaya pemerasan dengan meminta uang satu juta agar rekaman itu tidak disebarluaskan," kata Kasat Reskrim Poltabes Pekanbaru. Ibu dari siswi SMU5 Pekanbaru, Novina kepada detikcom sebelumnya sempat mengaku dirinya sempat ditelepon seseorang untuk meminta uang tebusan. Tujuan meminta uang ini agar gambar bugil putrinya tidak disebarluaskan Hanya saja, Vina yang berprofesi sebagai wartawan tidak menyebutkan siapa orang yang mencoba memeras dirinya. "Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Yang jelas, setelah kita memintai ketarangan dari Kepsek SMU 5 Pekanbaru, selanjutnya kita akan kembangkan untuk memanggil kedua orangtua murid itu. Selanjutnya akan mengarah kepada kedua siswa tersebut," kata Kasat Reskrim.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































