Round-Up

Saling Bantah Nurdin Abdullah-Kontraktor soal Gratifikasi Rp 2,2 M

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 09:49 WIB
Nurdin Abdullah menghadiri sidang secara virtual. (Hermawan/detikcom)
Nurdin Abdullah menghadiri sidang secara virtual. (Hermawan/detikcom)

Nurdin Abdullah Tuding Ferry Putar Balikkan Fakta soal Gratifikasi Rp 2,2 M

Pengakuan Ferry soal dimintai dana operasional Rp 2,2 M itu dibantah Nurdin Abdullah. Dia menyebut Ferry memutarbalikkan fakta karena Ferry-lah yang berkeras mau memberikan bantuan dana operasional Rp 2,2 M.

"Mohon Pak Ferry jangan dibalik fakta, Pak. Saya tidak pernah minta," kata Nurdin saat membantah keterangan Ferry Tanriadi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Makassar, Kamis (23/9).

Nurdin awalnya mengatakan, untuk pertemuan pertama, patwalnya bernama Gatot sebenarnya tak menyampaikan bahwa orang yang minta bertemu adalah kontraktor Ferry.

"Saya ingat betul saat itu pada saat Pak Ferry pulang, saya marahin Pak Gatot. Kenapa? Karena dia tidak menyampaikan bahwa Pak Ferry mau ketemu saya," kata Nurdin.

Nurdin juga menegaskan, pada pertemuan pertama di rumah pribadinya, justru Ferry-lah yang meminta dibina oleh Nurdin.

"Jadi pertemuan di rumah itu kalau tidak salah bukan Januari, tapi awal Desember dan pada saat itu Pak Ferry mengatakan 'saya mau dibina'. Daripada saya beli-beli proyek di mana-mana, saya lebih bagus dibina Gubernur," kata Nurdin.

Kemudian pada pertemuan kedua di rujab, lanjut Nurdin, dia mengaku tidak pernah mencari Ferry Tanriadi melalui Robert Wijoyo. Dia mengatakan justru Ferry yang meminta bertemu melalui Robert.

"Kedua, bukan saya yang meminta Robert ketemu. Tapi Robert menyampaikan Ferry mau ketemu. Obat saya pesan khusus dari Jepang, itu niat baik saya, tapi Pak Ferry hancurkan saya," katanya.

Masih di pertemuan kedua, Nurdin menyebut Ferry lagi-lagi berkeras mau memberikan dana operasional. Saat itu Nurdin mengaku meminta Ferry menjadikannya saja sebagai sumbangan masjid.

"Karena pada saat itu saya mengatakan, kalau Pak Ferry mau beramal, maka sumbangkan ke masjid. Ferry bilang, Oh iya Pak, nanti saya serahkan ke Pak Syamsul saja. Saya kemudian ditanya Syamsul bahwa itu Ferry mendesak terus untuk memberikan operasional," ungkapnya.


(nvl/idh)