Round-Up

Saling Bantah Nurdin Abdullah-Kontraktor soal Gratifikasi Rp 2,2 M

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 09:49 WIB
Nurdin Abdullah menghadiri sidang secara virtual. (Hermawan/detikcom)
Nurdin Abdullah menghadiri sidang secara virtual. (Hermawan/detikcom)

Ferry menyebut pertemuan kedua terjadi di rumah jabatan (rujab) Nurdin Abdullah, tepatnya di ruang tamu.

"Waktu masuk di ruang tamu sudah ada Pak Nurdin, Pak," katanya.

Ferry Ungkap Dimintai Dana Operasional Rp 2,2 M Oleh Nurdin Abdullah

Saat bertemu, lanjut Ferry, Nurdin ternyata benar-benar memberikan obat diabetes dari Jepang seperti yang dijanjikan pada pertemuan pertama. Selanjutnya barulah Nurdin minta dana operasional kepada Ferry.

"Pak Nurdin sempat menyampaikan ke saya bahwa apakah bisa saya dibantu nantinya dana operasional. Saya jawab, mudah-mudahan pada saat Bapak butuh, saya ada kesiapan. Tidak lama, Pak, saya pamit, Pak, karena sudah agak malam, Pak," kata Ferry.

Selepas pertemuan kedua tersebut, Ferry mengaku tidak pernah lagi menghubungi Nurdin Abdullah. Namun, pada pertengahan Februari, ajudan Nurdin menghubungi Ferry.

"Itu, Pak, kira-kira pertengahan Februari sudah tengah malam, Pak, saya dihubungi ajudan Pak Syamsul Bahri. Saya ditelepon 'Pak Ferry di mana', saya bilang saya di rumah, Pak, karena besok mau ke Jakarta. Pak Syamsul bilang boleh kita ketemu, saya bilang boleh, Pak. Kalau Bapak mau, ke rumah saya, karena ini sudah tengah malam," kata Ferry.

Syamsul pada akhirnya benar-benar datang ke rumah Ferry di kawasan Jalan Boulevard, Makassar. Syamsul lantas menyampaikan permintaan dana operasional sebagaimana arahan dari Nurdin Abdullah.

"Kemudian di situ dia (Syamsul) bilang Pak Ferry diminta sama Pak Nurdin untuk datang ketemu Bapak untuk minta dana operasional, kurang-lebih kira-kira begitulah, Pak," kata Ferry.

Ferry menyanggupi permintaan itu dengan memanggil orang kepercayaannya, Yusman, dan memperkenalkannya dengan Syamsul.

"Setelah itu, saya panggil Yusman, memperkenalkan ke Pak Syamsul bahwa nanti titipan saya Yusman yang atur," kata Ferry.

Pada saat Syamsul pulang, Ferry mengaku masuk ke kamarnya membuka brankas. Dia kemudian mengambil uang pribadinya Rp 2,5 miliar.

"Malam itu saya masuk ke kamar, saya buka brangkas, saya lihat, saya hitung ada uang Rp 2,5 miliar. Saya masukkan ke dalam 3 kantong kresek hitam Rp 2,2 miliar," katanya.

Selanjutnya Ferry memanggil kembali Yusman melalui telepon rumah. Ferry lalu memberikan tiga kantong kresek hitam isi Rp 2,2 miliar kepada Yusman agar diberikan ke Syamsul Bahri.

"Saya sampaikan 3 kantong kresek hitam (isi uang Rp 2,2 miliar) ini dana diminta Pak Gubernur untuk dana operasionalnya. Setelah itu, saya masuk tidur, karena paginya saya mau ke Jakarta," lanjutnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.