Round-Up

Saling Bantah Nurdin Abdullah-Kontraktor soal Gratifikasi Rp 2,2 M

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 09:49 WIB
Nurdin Abdullah menghadiri sidang secara virtual. (Hermawan/detikcom)
Nurdin Abdullah menghadiri sidang secara virtual. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah terlibat saling bantah dengan kontraktor Ferry Tanriadi terkait gratifikasi Rp 2,2 miliar. Nurdin mengaku Ferry-lah yang memaksa dirinya menerima Rp 2,2 M itu. Sebaliknya, Ferry menyebut Nurdin-lah yang memintanya dengan dalih dana operasional.

Hal ini terungkap dalam sidang lanjutan kasus suap terdakwa Nurdin Abdullah di Pengadilan Tipikor Makassar pada Kamis (23/9/2021). Jaksa penuntut umum (JPU) KPK menghadirkan Ferry sebagai saksi.

Saat Ferry memberikan kesaksiannya, jaksa KPK M Asri Irwan menanyakan kapan Ferry mengenal Nurdin Abdullah.

"Kalau Nurdin Abdullah kenal sejak kapan?" tanya jaksa di persidangan.

Ferry mengaku mengenal Nurdin Abdullah pada Januari 2021. Saat itu Ferry menemui Nurdin di rumah pribadinya di Perumahan Dosen Unhas, Kecamatan Tamalanrea, Makassar. Pertemuan itu diatur oleh petugas Patroli dan Pengawalan (Patwal) Nurdin bernama Gatot.

Diakui Ferry, dia memang meminta tolong kepada Gatot agar bisa dipertemukan dengan Nurdin untuk bersilaturahmi.

"Saya minta tidak langsung direspons, Pak, karena beliau (Gatot) bilang Pak Nurdin lagi sibuk. Beberapa lama, Pak, baru saya dikasih info bahwa Pak Ferry bisa ke rumah pribadi Pak Nurdin, malam-malam," ungkap Ferry.

Ferry menegaskan pertemuan di kediaman pribadi Nurdin hanya sebatas silaturahmi. Dia mengaku hanya berbicara mengenai kesehatan dengan Nurdin. Dia juga sempat curhat punya sakit diabetes sehingga Nurdin menawarkan obat.

"Waktu pertemuan pertama, beliau sampaikan ke saya beliau ada obat dari Jepang bagus untuk diabetes," katanya.

Selepas pertemuan pertama, Ferry tidak pernah lagi menghubungi Nurdin Abdullah. Namun Ferry mendapat kabar dari rekan sesama kontraktor Robert Wijoyo bahwa dia dicari-cari Nurdin Abdullah.

"Awalnya itu saya dihubungi teman, Pak, bahwa saya dicari sama Pak Nurdin. Kalau tidak salah atas nama Pak Robert. Saya kan di Jakarta (waktu itu), saya bilang kalau saya pulang, nanti saya cari waktu menghadap beliau," ungkap Ferry.

Setelah pulang ke Makassar, Ferry kemudian menghubungi Gatot lagi agar dipertemukan dengan Nurdin Abdullah. Namun Gatot saat itu mengaku sedang tidak bersama Nurdin sehingga meminta Ferry agar menghubungi ajudan Nurdin, Syamsul Bahri.

"Setelah beberapa hari menghubungi Pak Syamsul, baru dikasih waktu, kira-kira tiga hari kalau nggak salah, Pak," ucap Ferry.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.