Azis Syamsuddin Janjikan Rp 4 M ke AKP Robin, Baru Diberikan Rp 3,1 M

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 01:38 WIB
Jakarta -

KPK mengatakan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (AZ) diduga memberikan suap kepada mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju (SRP atau AKP Robin). Azis disebut memberikan janji uang Rp 4 miliar untuk mengurus kasus dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Lampung Tengah yang menyeret namanya.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan kasus suap ini bermula saat KPK mulai mengusut dugaan korupsi di Kabupaten Lampung Tengah yang melihatkan Azis Syamsuddin dan pengusaha Aliza Gunado. Azis kemudian menghubungi AKP Robin, yang saat itu masih menjadi penyidik KPK, agar terlibat dalam pengusutan kasus itu.

"Pada sekitar Agustus 2020, AZ menghubungi SRP dan meminta tolong mengurus kasus yang melibatkan AZ dan AG yang sedang dilakukan penyelidikannya oleh KPK," kata Firli saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (25/9/2021).

Setelah dihubungi Azis, AKP Robin kemudian menghubungi Maskur Husain (MH), yang berprofesi sebagai pengacara, untuk menindaklanjuti permintaan tolong Azis itu. Maskur lalu meminta uang kepada Azis dan Aliza masing-masing Rp 2 miliar.

"Selanjutnya, SRP menghubungi MH untuk ikut mengawal dan mengurus perkara tersebut. Setelah itu, MH menyampaikan kepada AZ dan AG untuk masing-masing menyiapkan uang sejumlah Rp 2 miliar," tuturnya.

Firli mengatakan AKP Robin juga menyampaikan permintaan yang sama kepada Azis. Kedua belah pihak kemudian sepakat.

"SRP juga menyampaikan langsung kepada AZ terkait dengan permintaan sejumlah uang dimaksud dan kemudian disetujui oleh AZ. Artinya ada kesepakatan," katanya.

Sebagai bukti persetujuan, Maskur Husain meminta uang muka kepada Azis. Azis pun menyetujui permintaan itu.

"Setelah itu MH diduga meminta uang muka terlebih dahulu sejumlah Rp 300 juta kepada AZ. Untuk teknis pemberian uang dari AZ dilakukan melalui transfer melalui rekening bank dengan menggunakan rekening bank milik MH," katanya.

"SRP menyerahkan nomor rekening bank dimaksud kepada AZ. Sebagai bentuk komitmen dan tanda jadi, AZ dengan menggunakan rekening bank atas nama pribadinya diduga mengirimkan uang sejumlah Rp 200 juta ke rekening bank MH secara bertahap," jelasnya.