Bamsoet-Sandiaga Sepakat Dorong Legalitas Kendaraan Modifikasi

Eqqi Syahputra - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 20:48 WIB
MPR
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sepakat menjadikan industri modifikasi otomotif, sebagai bagian memperkuat ekonomi nasional, khususnya sektor kreatif.

Kemenparekraf akan memasukkan sektor modifikasi otomotif dalam peraturan pemerintah yang sedang disusun sebagai turunan dari UU No.24/2019 tentang Ekonomi Kreatif. Sehingga industri modifikasi otomotif memiliki payung hukum.

Pria yang akrab disapa Bamsoet ini menegaskan, Amerika, Australia, Inggris dan berbagai negara dunia lainnya sudah memiliki peraturan untuk melegalkan kendaraan hasil modifikasi, dan Indonesia harus mengikuti jejak mereka. IMI bersama Kementerian Perhubungan juga akan menyusun prosedur legalitas kendaraan modifikasi, agar para modifikator memiliki acuan yang jelas dalam memodifikasi kendaraan, sehingga bisa legal digunakan di jalan raya.

"Dengan melegalkan kendaraan modifikasi, Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam industri modifikasi di Asia Tenggara, Asia, dan bahkan dunia," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (24/9/2021).

Ketua DPR RI ke-20 ini menambahkan, prosedur legalitas kendaraan modifikasi yang disusun IMI bersama Kementerian Perhubungan tersebut juga akan mengatur siapa saja pihak yang bisa mengurus legalitas kendaraan modifikasi.

"Dengan catatan, bukan untuk diproduksi secara massal, melainkan terbatas untuk hobi/kolektor item. Hal ini sekaligus tindak lanjut dari langkah Presiden Joko Widodo yang telah memasukan industri modifikasi otomotif dalam turunan lima sektor bidang manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan dalam mempersiapkan Indonesia memasuki era Revolusi Industri 4.0," tambah Bamsoet.

Kepala Badan Penegakan Hukum, Pertahanan, dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, dengan adanya peraturan legalitas yang jelas, hasil karya seniman otomotif Indonesia tidak akan sia-sia. Kehebatan anak bangsa memproduksi kendaraan modifikasi tidak perlu diragukan.

Bamsoet mencontohkan hal-hal tersebut seperti yang ditunjukkan oleh Tuksedo Studio Bali, tempat para seniman otomotif membuat kit car kendaraan klasik legendaris. Dari mulai Porsche 356 Speedster (1957), Porsche 356 A Coupe (1955-1959), Porsche 550 Spyder (1953-1956), Mercedes Benz 300 SL Gullwing (1954 1957), Toyota 2000 GT 1968 (1967-1970), Jaguar XK 120 (1948-1954), Ferrari 250 GTO (1962-1964), hingga Maserati 450S (1956-1958), bisa diproduksi oleh Tuksedo Studio Bali. Hebatnya lagi, pekerjanya pun banyak yang berstatus mahasiswa.

"Mereka membuat berbagai kendaraan klasik tersebut dari nol. Dimulai dari tahap 3D design, rekonstruksi rangka, memasang plat aluminium, serta tidak melupakan aspek estetika dan ergonomi mobil," pungkas Bamsoet.

Menurut Bamsoet, Keberadaan Tuksedo Studio, maupun pelaku industri modifikasi otomotif lainnya di berbagai daerah, membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia mampu meramaikan produksi mobil klasik. Ia optimis kelak dari industri modifikasi otomotif, kita bisa menanjak dengan memproduksi sendiri mobil nasional langsung dari tangan anak bangsa sendiri.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Owner Tuksedo Studio Bali Puji Handoko dan Lili Mardianto, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Industri Olahraga Irawadi Hanafi, Ketua KADIN Bali I Made Ariandi, Rektor ISI Denpasar I Wayan Adnyana, dan Rektor UNUD I Nyoman Gde Antara.

Hadir pula pengurus IMI Pusat, antara lain Wakil Ketua Umum Mobilitas Rifat Sungkar, Direktur Sosial dan Lingkungan Hidup Darma Mangkuluhur, Hubungan Antar Lembaga Junaidi Elvis dan Andry Ronaldi, Komunikasi dan Media Sosial Hasby Zamri, Komisi Sosial George Alexander, Komisi Modifikasi Djoko Iman Santoso, Komisi Wisata Roy Witjaksono dan Ketua IMI Bali I Nyoman Seniweca.

(akn/ega)