5 Pengedar Shabu-shabu Diringkus Polda Metro Jaya
Selasa, 11 Apr 2006 15:52 WIB
Jakarta -
Aparat kepolisian meringkus sindikat pembuat dan pengedar ekstasi dan shabu-shabu yang biasa mengedarkan hasil produksinya di tempat-tempat hiburan malam. 5 Tersangka kini tengah meringkuk di tahanan Polda Metro Jaya.Kelima orang tersebut adalah Susanto alias Ayung (33), Yusdi alias Ucil alias Babeh (45), Parman alias Acay (48), Herman Hanliono alias Chan (44), dan Sumardjo alias Ahu (41)."Biasanya mereka mengedarkan ekstasi di tempat hiburan malam di Jakarta, Surabaya, Semarang dan Medan," ujar Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Carlo Tewu dalam gelar perkara narkoba di Polda Metro Jaya , Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (11/4/2006).Polisi juga memperoleh barang bukti berupa 12.190 butir pil ekstasi, 1.400 gram shabu-shabu, 1 timbangan meja, 5 dongkrak, 10 alat cetak pil, dan baskom berisi tepung zat kimia siap cetak. Nilai barang bukti diperkirakan mencapai Rp 3,8 milar."Mereka memang masih pakai alat tradisional, tapi mereka bisa produksi sampai 1.000 pil tiap malamnya," ujar Carlo.KronologiPenangkapan berawal dari informasi masyarakat yang mengatakan ada pengedar narkoba di Kemayoran. Pada 8 April lalu, polisi menangkap Susanto di Jl Raya Industri Kemayoran, Jakarta Pusat, pada pukul 21.30 WIB. Bersama Susanto turut diperoleh barang bukti 200 butir pil ekstasi.Dari penangkapan Susanto lalu berhasil ditangkap Yusdi di kawasan Pertokoan Sunter Griya, Jakarta Utara, pada 9 April pukul 12.30 WIB. Bersama Yusdi diperoleh 990 butir pil ekstasi.Selanjutnya secara berturut-turut polisi meringkus Sumardjo dan Parman di Jl P Tubagus Angke Tambora, Jakarta Barat, pada pukul 14.00 di hari yang sama. Dari petunjuk yang diberikan Sumardjo dan Parman, berhasil pula ditangkap Kerman Hanliono selalu pemilik usaha pembuatan ekstasi tersebut.Saat ini polisi masih menyelidiki apakah sindikat ini ada kaitannya dengan sindikat yang telah terungkap sebelumnya ataupun dengan sindikat internasional. Penyelidikan ini dilakukan karena bahan-bahan kimia yang biasanya digunakan untuk pembuatan ekstasi dan shabu-shabu sedang diawasi secara ketat."Karenanya kita perlu mengungkap ini dengan kerjasama dengan jaringan internasional, terutama dengan polisi Cina, karena Cina yang biasa memasok bahan-bahan tersebut," demikian Carlo.
(nvt/)










































