Gara-gara Pilot Kehilangan HP, Pesawat Tunda Lepas Landas
Selasa, 11 Apr 2006 15:19 WIB
London - Para penumpang pesawat sudah pasti kesal jika tertahan di bandara selama satu jam. Mereka akan menggerutu karena pesawat mereka tidak bisa lepas landas sesuai jadwal. Apalagi kalau penyebabnya karena pilot kehilangan telepon genggam!Padahal saat itu, seluruh penumpang sudah duduk di kursi mereka masing-masing menunggu pesawat mengudara. Kejadian tidak biasa ini terjadi di sebuah penerbangan Thomsonfly di badara Doncaster Robin Hood Airport, Inggris.Saat akan lepas landas, pilot kehilangan HP-nya di kokpit pesawat. Dia pun mencari-cari di seluruh penjuru kokpit. Selama pencarian itu, pilot mengumumkan kepada penumpang bahwa keberangkatan pesawat terpaksa molor karena dirinya kehilangan HP.Insiden ini tentu saja bikin para penumpang kesal. Demikian diberitakan harian Inggris, The Sun seperti dilansir Ananova, Selasa (11/4/2006)."Kami seakan tidak mempercayai pendengaran kami. Rasanya kami sudah mendengar semua alasan untuk penundaan tapi yang satu ini benar-benar mengejutkan. Namun setidaknya pilot itu sudah jujur sejak awal," kata seorang penumpang."Dia bilang lewat pengeras suara bahwa kami tidak bisa lepas landas sampai dia menemukan telepon selulernya. 15 menit kemudian dia masih mencari-cari HP-nya. Jadi kami cuma bisa menunggu dan menunggu, sementara dia terus mengumumkan bahwa mereka masih terus mencari," imbuh penumpang tersebut. Meski sudah dicari-cari, HP itu tidak juga ditemukan. Sampai akhirnya sang pilot meminta "bantuan teknis". Para petugas pun dikerahkan untuk menyisiri kokpit. Namun upaya itu juga nihil. Setelah 1 jam belum juga ditemukan, seluruh 189 penumpang akhirnya diminta untuk mengambil barang-barang mereka dan kembali ke terminal bandara. Para penumpang kemudian diterbangkan dengan pilot yang lain.Pihak Thomsonfly meminta maaf atas insiden ini. Dikatakan bahwa mereka tidak punya pilihan kecuali menunda keberangkatan."Pesawat tidak bisa lepas landas sampai telepon tersebut ditemukan karena itu masih diaktifkan. Padahal telepon harus dimatikan selama penerbangan untuk alasan keselamatan," ujar juru bicara maskapai tersebut.
(ita/)











































