'Turunkan SBY-JK' di Mulut, Mahasiswa Mogok Makan 3 Hari
Selasa, 11 Apr 2006 15:04 WIB
Jakarta - Meski diguyur hujan lebat, aksi mogok makan mahasiswa di Istana Merdeka tetap dimulai. Mulut mereka ditempeli tulisan "Turunkan SBY-JK".Rencananya aksi mogok makan yang dilakukan sekitar 90 mahasiswa dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) ini akan berlangsung selama 3 hari.Tidak ada satu pun tenda yang dibangun mahasiswa untuk menginap nanti di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (11/4/2006).Aksi mogok makan dilakukan dengan beratapkan langit dan berselimut debu jalanan. Mahasiswa mendesak SBY melakukan nasionalisasi pertambangan."Kita akan mogok makan massal mulai hari ini. Kita akan mogok makan tanpa alas dan tanpa atap, menuntut SBY-JK mundur dan diganti dengan Pemerintahan Persatuan Rakyat," kata Sekjen LMND Paulus Suryanta di sela-sela aksi.Uniknya, di setiap dada demonstran tertempel poster bertuliskan "Buka lapangan kerja dengan industrialisasi nasional". Sedangkan pada bagian mulut ditempeli kertas bertuliskan "Turunkan SBY-JK"."SBY-JK musuh rakyat, lawan, lawan, lawan!" Kalimat ini terus diteriakkan mahasiswa.Paulus menegaskan, LMND menuntut nasionalisasi pertambangan minyak dan gas. Pasalnya, industri pertambangan minyak dan gas lebih menguntungkan perusahaan asing. "Kita menuntut nasionalisasi untuk kepentingan rakyat," cetusnya.Aksi ini juga diwarnai kegiatan teatrikal dari mahasiwa. Seorang yang ditempeli tulisan SBY-JK tampak membungkuk dan mempersilakan dua orang yang ditempeli tulisan dolar AS dan ExxonMobil menyantap sayuran busuk yang dipetik buruh dan rakyat. Sedangkan dua orang yang menenteng senjata dari kardus bertuliskan militer tampak siap berjaga-jaga."Ini lambang rakyat selama ini memakan sayur busuk, dan mogok makan melambangkan keadaan rakyat yang sangat mendesak," kata Paulus.Hingga pukul 14.55 WIB, hujan deras masih mengguyur, aksi masih berlangsung dan dijaga puluhan aparat.
(aan/)











































