Skema Pembukaan PTM Terbatas Dipermasalahkan, Ini Kata Disdik DKI

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 16:48 WIB
Kegiatan pembelajaran tatap muka di SDN Malaka Jaya 07 Jaktim
Ilustrasi pembelajaran tatap muka (Firda Cynthia Anggrainy Al Djokya/detikcom)
Jakarta -

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengkritik skema pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Jakarta yang menggandeng pihak swasta selama proses asesmen. Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menegaskan proses itu tak dipungut biaya sedikit pun.

"Disdik atau Pemprov DKI secara umum selalu memberikan peluang kepada stakeholder terkait untuk membantu kita. Artinya, kita kalau ada unsur lain yang bantu, kita welcome. Mereka membantu itu tidak dibayar sepeser pun. Tidak ada, semuanya gratis," kata Kasubag Humas Disdik DKI Jakarta Taga Radja Gah saat dihubungi, Jumat (24/9/2021).

Taga juga berujar kegiatan asesmen turut menggandeng sejumlah lembaga pendidikan selain pihak swasta. Proses asesmen dilakukan melalui sebuah platform pembelajaran dengan cara mengisi sejumlah modul.

"Ada tiga yang harus diperhatikan dulu. Artinya dia membantu, semuanya by system. Makanya menyiapkan ratusan ribuan sekolah nggak masalah, bahkan mereka akan menambahkan servernya supaya mudah dan cepat diakses," ujarnya.

Setelah pengisian modul dilakukan, Taga menjelaskan nantinya ada tim asesor yang melakukan verifikasi ke sekolah. Tim akan mengecek kesesuaian data dengan kondisi di lapangan.

"Misalkan wastafelnya ada 20, benar nggak itu wastafelnya. Hand sanitizer-nya berapa dicek, dan sebagainya. Setelah diverifikasi, baru dibuat daftar undangan ikuti pelatihan untuk pengetahuan," jelasnya.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.