Pimpinan DPR Restui Anggota yang Akan ke Australia
Selasa, 11 Apr 2006 14:38 WIB
Jakarta - Meski awalnya kurang merespons niat 7 anggota DPR menemui parlemen Australia terkait pemberian visa sementara 42 warga Papua, pimpinan DPR akhirnya merestui hal itu.Hal itu disampaikan Jeffrey Johannes Massie usai bertemu Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (11/4/2006).Jeffrey datang ke Kalla bersama dengan Ketua Fraksi PDS Constant Ponggawa dan Sekjen PDS Denny Tewu untuk meminta Kalla membuka Munas PDS pada 23-26 Mei di Manado."Pak Agung Laksono sangat setuju, kalau Pak Agung menyetujui asumsinya ini dukungan dari pimpinan DPR karena beliau menjabat ketua DPR," kata Jeffrey.Menurut Jeffrey, keberangkatan anggota Komisi I DPR akan diketuai Theo L Sambuaga. Selain itu juga ada anggota DPR Effendy Simbolon yang meski sudah pindah ke Komisi VII tetap akan berangkat ke Australia.Namun jadwal keberangkatannya masih belum bisa dipastikan karena menunggu jadwal aktivitas parlemen Australia yang kini reses.Soal Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno yang masih belum setuju, Jeffrey mengatakan, kedatangan mereka pada dasarnya bukan untuk menekan pemerintahan Negeri Kangguru itu. Tetapi hanya untuk meminta keterangan dari parlemen Australia atas klaim yang diajukan 43 warga Papua yang kabarnya mendapat kekerasan dari anggota TNI di Papua.Sementara itu, mengenai dua TNI dan dua warga sipil yang tewas saat melakukan bakti sosial di Kampung Wembi, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua, perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini. menurutnya, tidak dibicarakan dengan Kalla. Namun anggota Komisi I telah sepakat insiden itu bisa semakin memperkeruh masalah di Papua."Saya juga yakin masalah ini akan menjadi masalah yang mendapat perhatian dunia internasional yang sangat besar karena terkait dengan tewasnya dua warga Papua," kata dia.
(umi/)











































