Guru di Sulsel Ceramah Berjam-jam Buat Siswa Nyaris Pingsan Diduga Sakit Jiwa

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 15:22 WIB
Lecture room or School empty classroom with Student taking exams, writing examination for studying lessons in high school thailand, interior of secondary education, whiteboard. educational concept
Ilustrasi (Foto: dok. iStock)
Bone -

Guru SMP yang viral karena ceramah berjam-jam hingga siswa nyaris pingsan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Usman, diduga mengalami gangguan kejiwaan. Disdik Bone kini mengagendakan pemanggilan terhadap Usman.

"Kita secara kedinasan akan memanggil dia apa betul seperti orang sampaikan (mengalami gangguan kejiwaan)," ucap Sekretaris Dinas Pendidikan Bone Nursalam saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (24/9/2021).

Disdik Bone lebih dulu meminta keterangan kepala sekolah tempat Usman mengajar. Usman memang diduga mengalami gangguan kejiwaan.

"Makanya saya sarankan kepala sekolah untuk suruh dia berobat, tapi dia tidak merasa sakit, itu juga susahnya," katanya.

Menurut Nursalam, Usman merupakan guru pindahan dari Sulawesi Tengah. Usman baru mengajar di SMP Negeri 3 Dua Boccoe pada 2016.

"Dia 2016 pindah dari sana (Sulawesi Tengah), menurut info di sana dia memang seperti itu," katanya.

Usman Berperilaku Tak Wajar dan Larang Lomba Azan

Selama mengajar di Bone, Usman memang kerap dianggap berperilaku tak seperti orang-orang pada umumnya.

"Misalnya begini, dia siapa saja temui pasti dia ceramah, tidak perhatikan kondisi dan situasi, jadi kadang orang tinggalkan dia kalau sudah bosan," katanya.

Usman juga semakin dianggap memiliki gangguan kejiwaan karena pernah melarang lomba azan. Dia menilai azan bukan untuk diperlombakan.

"Ada kegiatan lomba azan di sekolah itu dia marah, tidak setuju, karena azan bukan untuk dilombakan, tapi untuk memanggil orang salat. Jangan memanggil orang salat katanya jam 9, jam 10," tutur Nursalam.

Diberitakan sebelumnya, Usman viral di media sosial setelah ceramah berjam-jam hingga membuat para siswa lemas di kelas. Aksi ini dilakukan Usman pada Kamis (16/9).

Namun pihak Disdik Bone menegaskan Usman hanya berceramah di kelas, tidak ada upaya penyekapan hingga kekerasan kepada siswa seperti banyak beredar di media sosial.

Simak juga Video: Dua SD di Tasik Hentikan Belajar Tatap Muka Gegara Guru Positif Corona

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/nvl)