DPR: Jangan Emosional Tangani Penyerangan di Perbatasan
Selasa, 11 Apr 2006 14:02 WIB
Jakarta - Pemerintah diimbau tidak emosional dalam menyelesaikan kasus penyerangan yang menewaskan 4 orang di Kampung Wembi, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua, perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.Imbauan disampaikan anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar (FPG) Marzuki Darusman dan anggota Komisi I dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) Sutradara Gintings di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (11/4/2006).Marzuki mewanti-wanti pemerintah menghindarkan penyelesaikan kasus itu secara militer karena dikhawatirkan akan menimbulkan balas dendam."Jangan sampai penyelesaian di sana menjadi upaya balas dendam. Karena jika itu terjadi, akan terjadi balas dendam susulan. Jangan hanya politik penyelesaiannya, tapi proses hukum harus jalan," kata Marzuki kepada detikcom.Menurut Marzuki, pemerintah tidak cukup melakukan lobi internasional dan cara pendekatan keamanan untuk menyelesaikan kasus Papua. Lebih penting dari itu, masalah sosial dan kesejahteraan harus menjadi prioritas utama untuk diselesaikan. Ia mengingatkan, akar masalah Papua adalah kesejahteraan."Masalah Papua selama ini terlalu dilihat dalam kacamata politik, padahal akarnya di kesejahteraan, karenanya pemerintah harus mendorong ke arah itu," tandas mantan Jaksa Agung itu.Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang akan memberikan dana Rp 12,7 triliun kepada Papua, imbau Marzuki, harus segera direalisasikan. Tindakan itu dilakukan agar masyarakat Papua melihat ada keseriusan dari pemerintahan pusat untuk menyelesaikan akar masalah Papua.Sementara Sutradara Gintings menyatakan, untuk menyelesaikan masalah Papua harus dilakukan dua hal, yaitu penyelesaian masalah domestik yang berasal dari kesejahteraan dan ketidakadilan, dan masalah internasional.Menurut Sutradara, peningkatan anggaran terhadap Papua untuk kesejahteraan harus segera direalisasikan, tidak hanya untuk pemerintah provinsi, tapi lebih pada pembangunan kesejahteraan yang langsung terkait dengan masyarakat.Sutradara juga meminta pemerintah tidak menanggapi kasus penyerangan itu secara emosional. "Saya sangat menyayangkannya. Kita minta aparat menyelesaikan masalah itu secara hukum, bukan dengan cara penambahan pasukan," demikian Sutradara.
(iy/)











































