Viral Guru di Sulsel Ceramah Berjam-jam hingga Siswa Nyaris Pingsan

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 13:38 WIB
Lecture room or School empty classroom with Student taking exams, writing examination for studying lessons in high school thailand, interior of secondary education, whiteboard. educational concept
Ilustrasi (Foto: dok. iStock)
Bone -

Seorang guru SMP Negeri 3 Dua Boccoe di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Usman, viral di media sosial (medsos) setelah berceramah berjam-jam di kelas. Ceramah dengan durasi terbilang lama itu membuat kebanyakan siswa lemas.

"Kejadiannya itu tanggal 16 minggu lalu, hari Kamis," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Nursalam saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (24/9/2021).

Nursalam mengatakan peristiwa tersebut bermula saat Usman mendapati sejumlah siswa kelas 7, 8, dan 9 masih bermain-main di kelas, padahal sudah masuk jam pulang. Dia kemudian masuk di kelas.

"Itu kan kejadiannya begini, pada saat anak-anak sudah mau pulang sekitar jam 11 siang, masih ada anak-anak yang main di kelas, belum meninggalkan sekolah. Pada saat mereka main-main, tiba-tiba guru ini masuk di kelas," ucap Nursalam.

Menurut Nursalam, kelas tersebut bukan kelas dengan mata pelajaran resmi. Sebab, para siswa di dalam kelas berasal dari kelas berbeda, yakni dari kelas 7 hingga jelas 9.

"Jadi memang itu bukan jam pelajaran, sudah jam pulang. Cuma ini anak-anak kan masih ada yang tinggal main-main, tiba-tiba guru ini masuk menyuruh anak-anak ini masuk. Akhirnya dia ceramah berjam-jam di situ," katanya.

Ceramah Berjam-jam Bikin Para Siswa Lemas

Nursalam mengatakan Usman hanya berceramah di dalam kelas dan tidak ada penyekapan atau kekerasan seperti informasi viral. Namun ceramah berjam-jam tersebut membuat para siswa lemas di kelas.

"Ini anak-anak mungkin lapar. Dia sudah setengah 3 belum pulang. Iya, dia cuma lemas itu," katanya.

Nursalam juga mengatakan para siswa sebenarnya hendak pulang ke rumah. Tapi Usman tetap saja melanjutkan ceramahnya sehingga para siswa tak bisa berbuat banyak.

"Mungkin juga agak stres dia karena mau pulang tapi tidak bisa karena guru itu masih ceramah di situ," katanya.

Usman baru menghentikan ceramahnya saat para orang tua siswa datang ke sekolah untuk mencari anak-anak mereka.

"Jadi gurunya itu berhenti setelah ada beberapa orang tua murid yang datang dia cari anak-anaknya karena belum pulang kan," kata Nursalam.

Tonton juga Video: Dear Guru Honorer, Catat Nih Janji Dari Mas Menteri Nadiem

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/nvl)