Eks Lurah Depok yang Gelar Hajatan Saat PPKM Darurat Segera Disidang

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 13:30 WIB
Lokasi Lurah Gelar Hajatan Saat PPKM Mikro Disegel
Lokasi lurah menggelar hajatan saat PPKM mikro disegel. (Foto: dok. Satpol PP Kota Depok)
Jakarta -

Berkas perkara tersangka dan barang bukti kasus mantan lurah di Depok berinisial S yang menggelar resepsi pernikahan meriah di Depok dilimpahkan tahap II ke Kejaksaan Negeri Depok (Kejari Depok). Oknum mantan lurah berinisial S itu akan segera disidangkan.

"Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok menerima tahap II tersangka dan barang bukti kasus gelar pesta pernikahan saat PPKM darurat dengan tersangka berinisial S," kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok Andi Rio Rahmat Rahmatu dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/9/2021).

Andi mengatakan oknum S merupakan mantan lurah di Pancoranmas, Depok. Oknum mantan lurah tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka setelah menggelar acara resepsi pernikahan pada hari pertama penerapan PPKM darurat pada 3 Juli lalu.

Tersangka berinisial S itu melanggar Pasal 14 UU RI No 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 212 KUHP dan/atau Pasal 216 KUHP. Jaksa penuntut umum akan melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Pengadilan Negeri Depok untuk segera disidangkan.

"Setelah proses tahap II di Kejaksaan Negeri Depok ini, sesegera mungkin kita limpahkan ke Pengadilan Negeri Depok untuk kita sidangkan," kata Andi Rio.

Sebelumnya, kasus dugaan pelanggaran pidana terkait resepsi pernikahan oknum lurah di Depok inisial (S) di masa PPKM darurat memasuki babak baru. Oknum lurah tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka.

Keterangan itu disampaikan oleh pihak Kejaksaan Negeri Depok. Pihak Kejari Depok mengaku telah menerima surat penetapan tersangka Lurah S dari Polres Metro Depok.

"Kami hari ini telah menerima SPDP (surat perintah dimulainya penyidikan) terkait kasus lurah pelanggar protokol kesehatan inisial S dan telah menunjuk jaksa penuntut umum untuk menangani perkara ini. Kita akan segera pelajari terkait kelengkapan formil dan materiil," kata Kepala Kejaksaan Negeri Depok Sri Kuncoro kepada wartawan, Selasa (6/7/2021).

Sementara itu, lurah di Depok berinisial S yang menggelar resepsi pernikahan meriah di Depok saat PPKM darurat telah dicopot dari jabatannya. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota Depok Nomor 862/KEP-1721/BKPSDM/2021.

"Hari ini telah diserahkan Surat Keputusan Wali Kota Depok Nomor 862/KEP-1721/BKPSDM/2021, yang diterbitkan tanggal 8 Juli 2021, tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin Berupa Pembebasan dari Jabatan atas Nama Saudara S. SK tersebut sudah diterima langsung oleh yang bersangkutan," ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok Supian Suri dikutip detikcom dari situs Pemkot Depok, Sabtu (10/7/2021).

Pencopotan oknum lurah berinisial S itu disebut telah sesuai prosedur. Pihak BKPSDM telah memeriksa S.

(yld/fjp)