Jokowi: COVID Tak Mungkin Hilang Total, tapi Kita Bisa Kendalikan Penyebaran

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 13:22 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan COVID-19 tak mungkin hilang total di Indonesia. Namun, kata Jokowi, yang bisa dilakukan saat ini adalah mengendalikan penyebaran COVID-19.

"Pandemi COVID-19 belum bisa diprediksi secara pasti kapan akan betul-betul berakhir, COVID tidak mungkin hilang secara total. Yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan penyebaran COVID-19," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam kegiatan Gerakan Nasional Vaksinasi 7 Juta Warga Perkebunan dan Desa-desa Produktif, Jumat (24/9/2021).

Jokowi meminta masyarakat tidak senang berlebihan meskipun mereka sudah divaksin. Protokol kesehatan COVID-19 tetap menjadi hal utama.

"Protokol kesehatan harus menjadi kebiasaan baru dalam melakukan aktivitas sehari-hari, adaptasi kebiasaan baru yang dijalankan oleh seluruh segmen masyarakat. Mulai dari pelaku usaha, petani, pekebun sampai dengan siswa-siswa sekolah adalah kunci penting agar kita bisa melakukan transisi dari pandemi ke endemi sehingga kita bisa menjalankan kegiatan produktif tapi tetap aman dari COVID-19," imbuh Jokowi.

Jokowi lantas berbicara mengenai upaya pemerintah untuk menggencarkan vaksinasi sejak awal tahun 2021. Bahkan, kata Jokowi, vaksinasi kini dilakukan dari pintu ke pintu.

"Perluasan dan percepatan vaksinasi ini sangat penting dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang divaksin di seluruh Tanah Air Indonesia sehingga target vaksinasi nasional 70 persen di akhir tahun dapat segera tercapai," ujar Jokowi.

Jokowi ingin seluruh kelompok masyarakat di Indonesia terlindungi. Dia juga mengaku senang masyarakat antusias untuk mengikuti vaksinasi.

"Ini menunjukkan sebuah harapan bahwa kita akan bisa mengendalikan penyebaran pandemi ini dengan semangat kebersamaan, semangat saling melindungi dan juga semangat saling membantu," ujar Jokowi.

Simak video 'WHO Minta Indonesia Pantau Terus 3 'Varian Lokal' yang Dominan':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/imk)