Muncul Isu Reshuffle Rabu Pon Akhir September, PAN Diyakini Masuk Kabinet

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 08:21 WIB
Dosen FISIP UIN Jakarta, Adi Prayitno.
Direktur Lembaga Survei Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno (Foto: dok. pribadi)

Dia menilai Nadiem punya masalah dalam hal kewibawaan politik. Padahal, katanya, Nadiem memimpin kementerian yang menaungi banyak perguruan tinggi dan guru besar, sementara Nadiem bukan guru besar.

"Artinya apa? Secara kewibawaan politik juga menjadi problem, mana mungkin sebuah kementerian diurus oleh seseorang yang memang wibawa kepemimpinannya ya kalah jauh dari konstituennya. Membawahi banyak kampus, profesor-profesor, guru besar dari kampus terbaik tentunya," ucapnya.

"Makanya selama ini kan Kementerian Pendidikan dianggap sebagai jatahnya Muhammadiyah. Ya memang dari Muhammadiyah biasanya guru besar semua. Untuk menjaga marwah dan kehormatan kelembagaan, maka menterinya pun juga harus minimal profesor, karena yang dihadapi profesor-profesor," imbuhnya.

Sebelumnya, isu reshuffle kabinet diembuskan relawan Jokowi Mania (JoMan), yang mengaku mendapat informasi kuat. JoMan mengklaim reshuffle kabinet digelar akhir September atau setidaknya awal Oktober.

Jokowi kerap mengambil keputusan penting, seperti reshuffle kabinet, pada Rabu Pon. Rabu, 29 September 2021, dalam kalender Jawa merupakan Rabu Pon.

Dalam catatan detikcom, dari kepemimpinan periode 2014-2019, setidaknya ada dua hari yang menjadi momentum Presiden Jokowi mengumumkan reshuffle, yakni Rabu Pahing dan Rabu Pon. Dari lima kali reshuffle, empat reshuffle dilakukan pada periode 2014-2019, sisanya periode sekarang.

Reshuffle pertama diumumkan Jokowi pada 12 Agustus 2015, Rabu Pon. Reshuffle kedua juga dilakukan pada Rabu Pon, tepatnya 27 Juli 2016.

Dua tahun kemudian, reshuffle kabinet diumumkan pada 17 Januari 2018, Rabu Pahing. Beberapa bulan kemudian, 15 Agustus 2018, Jokowi kembali melakukan reshuffle kabinet, lagi-lagi pada Rabu Pahing.

Reshuffle kabinet pertama pada periode kedua kepemimpinan Jokowi diumumkan pada 22 Desember 2020, yang jatuh pada Selasa Pahing. Saat itu Jokowi memperkenalkan enam menteri barunya. Namun pelantikan keenam menteri itu digelar pada Rabu Pon, 23 Desember 2020.

Pada April 2021, Jokowi kembali mengambil keputusan penting dalam kabinetnya pada hari Rabu, tepatnya Rabu, 28 April 2021. Nadiem Makarim dan Bahlil Lahadalia resmi mengemban jabatan baru di Kabinet Indonesia Maju. Mereka berdua dilantik Jokowi sebagai Mendikbud-Ristek dan Menteri Investasi dalam 'reshuffle kabinet mini' tersebut.

Jubir Presiden, Fadjroel Rachman, enggan menduga-duga soal reshuffle. Dia menegaskan reshuffle merupakan hak prerogatif presiden.

"Hanya Presiden yang berhak menyampaikan rencana reshuffle," ucap Fadjroel, Kamis (23/9).


(fas/haf)