Round-Up

Kian Panjang Luhut Vs Haris Azhar soal Kepemilikan Tambang

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 07:47 WIB
Fatia Maulidiyanti Buat Aduan ke Komnas HAM
Foto: Fatia Maulidiyanti Buat Aduan ke Komnas HAM (Kadek-detikcom)

Tanggapan Haris

Pengacara Haris Azhar, Nurkholis Hidayat, menyayangkan sikap Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan yang melaporkan kliennya Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti ke polisi. Nurkholis mengatakan sejatinya mengesalkan laporan polisi tersebut, tetapi di sisi lain dapat dijadikan kesempatan untuk saling membuka data terkait keterlibatan Luhut.

"Tentu penggunaan upaya hukum ini baik perdata atau pun pidana bagi kami jelas ini sebagai sebuah judicial harashment dan di satu pihak ini sangat disayangkan, tapi di pihak yang sama ini adalah kesempatan justru bagi kita untuk membuka seluas-luasnya data mengenai dugaan keterlibatan atau jejak dari LBP di Papua dalam blok Wabu," kata Nurkholis dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube Kontras pada Rabu (22/9/2021).

Lebih lanjut, ia menyampaikan dalam proses hukum nantinya juga dapat membuka data terkait keterlibatan Luhut di dalam dugaan bisnis tambang Papua.

"Jadi kita buka saja di dalam proses hukum ini sehingga publik akan melihat siapa sesungguhnya sosok LBP bagaimana proses dia selama ini jejak langkahnya dalam dugaan konflik kepentingan di dalam bisnis tambang di Papua yang berdampak pada penderitaan rakyat di Papua," imbuhnya.

Minta Data

Juru bicara Menko Marves, Jodi Mahardi, menegaskan bahwa Luhut Pandjaitan tidak mempunyai bisnis tambang di Papua. Menanggapi hal tersebut, pengacara Haris Azhar, Nurkholis Hidayat mengatakan agar pihak Luhut juga menyampaikan data apabila hal tersebut tidak benar.

"Data yang kami maksud adalah laporan koalisi NGOs pada halaman 16 dan 18 menyebut jejak keterkaitan (tidak langsung) LBP dengan West Wits Mining via Tobacom Del Mandiri-PT. Toba Sejahtera Group," ujar Nurkholis saat dihubungi detikcom, Kamis (23/9).

"Konfirmasi atas itu yang klien kami minta penjelasannya. Tentu bukan sekadar bilang tidak punya bisnis tambang, tapi yang kami harapkan pak LBP memberikan data klarifikasi atau sanggahan misalnya kalau info di atas tidak benar, yang benar seperti apa terkait hubungan Pak LBP dengan entitas-entitas usaha yang disebutkan di atas," imbuhnya.

Ia menambahkan, penjelasan Luhut mengenai dugaan keterkaitannya dengan perusahaan itu guna membantu kliennya Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti untuk mengoreksi konten YouTube terkait bisnis tambang di Papua. Namun Nurkholis menyayangkan ajakan diskusi bersama Luhut untuk mengklarifikasi terkait hal tersebut tidak diindahkan.

"Konfirmasi ini penting karena klien kami akan berpijak pada jawaban faktual LBP untuk mengkoreksi apa yang di bahas bersama Fatia dalam kanal YouTubenya," ucap Nurkholis.

"Itulah makanya kami proaktif untuk mengundang Pak LBP atau yang mewakilinya untuk memberi penjelasan dan mengklarifikasi data. Sayangnya, baik ajakan dan undangan kami diabaikan," imbuhnya.