PAN Blak-blakan Siap Masuk Kabinet di Tengah Isu Reshuffle

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 07:39 WIB
Ketua DPP PAN, Saleh Daulay
Foto: Saleh Daulay (dok. Istimewa)

Isu Reshuffle Rabu Pon Akhir September

Isu reshuffle kabinet berembus dan dikaitkan dengan kebiasaan Jokowi mengambil keputusan penting pada Rabu Pon. Juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman, menegaskan keputusan reshuffle kabinet sepenuhnya di tangan Jokowi.

"Hanya Presiden yang berhak menyampaikan rencana reshuffle, karena hak prerogatif Presiden," kata Fadjroel kepada wartawan, Kamis (23/9/2021).

Fadjroel menjelaskan seluruh jajaran kabinet saat ini fokus pada penanganan COVID-19. Jokowi meminta tetap waspada meski kasus COVID-19 mulai melandai.

"Presiden minta kita semua hati-hati dan fokus menangani COVID-19," ujar Fadjroel.

Isu reshuffle kabinet ini awalnya diembuskan relawan Jokowi Mania (JoMan), yang mengaku mendapat informasi kuat. JoMan mengklaim reshuffle kabinet digelar akhir September atau setidaknya awal Oktober.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi kerap mengambil keputusan penting, seperti reshuffle kabinet, pada Rabu Pon. Rabu, 29 September 2021, dalam kalender Jawa merupakan Rabu Pon.

Masuknya PAN ke Koalisi Indikator Reshuffle Makin Dekat

Direktur Lembaga Survei Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, mengatakan Rabu Pon kerap dijadikan patokan publik untuk melihat suasana batin Jokowi terkait reshuffle. Menurutnya, Rabu Pon sering dianggap hari yang bagus.

"Jadi wajar kalau selalu publik menduga-duga mengaitkan soal isu reshuffle yang belakangan itu semakin menguat dengan Rabu Pon yang akan datang," kata Adi.

Menurut Adi, ada beberapa indikasi yang dijadikan acuan di tengah menyeruaknya isu reshuffle kali ini. Salah satunya adalah masuknya PAN ke dalam koalisi Jokowi-Ma'ruf.

"Memang terkait dengan masuknya PAN ke koalisi, kemudian dibarengi dengan ada kan Perpres yang baru dikeluarkan presiden penambahan wamen termasuk juga soal teka-teki Panglima TNI yang baru. Biasanya tiga indikasi itu dijadikan acuan utama untuk melihat bahwa reshuffle sebenarnya tinggal menghitung hari. Karena variabel itu cukup kuat dan cukup rasional kan," ucapnya.


(fas/haf)