Round-Up

Kian Kencang Isu Kabinet Dikocok Ulang saat Rabu Pon Menjelang

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 06:17 WIB
In this photo taken from video and shown at United Nations headquarters, Indonesias President Joko Widodo remotely addresses the 76th session of the U.N. General Assembly in a pre-recorded message, Wednesday, Sept. 22, 2021. (UN Web TV via AP)
Foto: AP/United Nations
Jakarta -

Isu soal pergantian atau reshuffle kabinet berhembus santer di akhir September. Rabu akhir bulan ini, dalam kalender Jawa merupakan Rabu Pon, hari yang biasa digunakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil kebijakan penting.

Isu soal reshuffle kabinet itu datang usai PAN masuk dalam koalisi dan diundang ke Istana Negara bersama dengan partai koalisi lainnya pada Rabu (25/8/2021). PAN, jadi satu-satunya partai koalisi yang belum mendapat posisi menteri.

Nadiem Makarim dan Bahlil Lahadalia resmi mengemban jabatan baru di Kabinet Indonesia Maju.Nadiem Makarim dan Bahlil Lahadalia resmi mengemban jabatan baru di Kabinet Indonesia Maju. Foto: Pool/Rusman/Biro Pers Setpres

Ketua Jokowi Mania (JoMan) menyampaikan bocoran informasi soal reshuffle. "Selambat-lambatnya awal Oktober," kata Ketua JoMan, Immanuel Ebenezer, kepada wartawan, Selasa (7/9).

Juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman, menegaskan keputusan reshuffle kabinet sepenuhnya di tangan Jokowi. "Hanya Presiden yang berhak menyampaikan rencana reshuffle, karena hak prerogatif Presiden," kata Fadjroel kepada wartawan, Kamis (23/9/2021).

Jubir Presiden Fadjroel RachmanJubir Presiden Fadjroel Rachman Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Fadjroel menjelaskan seluruh jajaran kabinet saat ini fokus pada penanganan COVID-19. Jokowi meminta tetap waspada meski kasus COVID-19 mulai melandai.

"Presiden minta kita semua hati-hati dan fokus menangani COVID-19," ujar Fadjroel.

Catatan Rabu Pon Jokowi. Simak di halaman selanjutnya.