Diperiksa Puspomad soal Surat ke Kapolri, Brigjen Tumilaar: Hanya Klarifikasi

Trisno Mais - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 19:51 WIB
Irdam XIII/Merdeka, Brigjen Junior Tumilaar (Situs Kodam XIII/Merdeka)
Irdam XIII/Merdeka, Brigjen Junior Tumilaar (Situs Kodam XIII/Merdeka)
Manado -

Inspektur Kodam (Irdam) XIII/Merdeka, Brigjen TNI Junior Tumilaar, telah menjalani pemeriksaan di Puspomad terkait surat ke Kapolri. Dia mengaku pemeriksaan berjalan lancar.

"Intinya bagus, gitu aja. Pemeriksaan berjalan lancar, seperti biasa. Karena profesional mereka," kata Brigjen TNI Junior Tumilaar ketika dimintai konfirmasi, Kamis (23/9/2021).

Tumilaar tak menjelaskan detail apa saja yang ditanyakan kepada dirinya. Dia menyebut dirinya hanya memberikan klarifikasi ke Puspomad.

"Biasa saja hanya klarifikasi semua. Profesional mereka, baik," ujarnya.

Surat untuk Kapolri

Brigjen Junior Tumilaar awalnya mengirim surat kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Surat yang isinya meminta Babinsa tidak perlu diperiksa di Polresta Manado itu menjadi viral di media sosial.

Tumilaar awalnya mengatakan ada Babinsa yang mendampingi warga bernama Ari Tahiru (67). Dia menyebut Ari berhadapan dengan masalah konflik lahan di Sulut. Dia mengatakan menaruh perhatian kepada Babinsa yang dipanggil ke kantor polisi.

Surat tulis tangan Brigjen Junior itu dengan tembusan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, dan Panglima Kodam Merdeka Mayjen TNI Wanti Waranei Franky Mamahit, pengacara Ari Tahiru, serta anggota Komisi III DPR RI F-NasDem Hillary Brigitta Lasut.

Dia mengatakan Babinsa tersebut dipanggil ke Polresta Manado. Dia juga menyoroti soal Brimob Polda Sulut yang mendatangi Babinsa saat bertugas di tanah Edwin Lomban. Brimob itu juga disebutnya dipanggil ke Polresta Manado.

Brigjen Tumilaar mengakui surat tersebut ditulis sendiri pada 15 September 2021. Dia berharap Kapolri merespons surat tersebut. Dia mengatakan dirinya siap bertanggung jawab atas apa yang ditulis. Dia mengaku siap menghadapi risiko.

"Intinya itu kan surat itu bukan masalah Citraland-nya, yang pertama itu. Tapi pemanggilan Babinsa oleh Polri dalam hal ini Polresta Manado," kata Brigjen Junior saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (20/9).