Polisi Temukan Indikasi OPM Pelaku Penyerangan Perbatasan
Selasa, 11 Apr 2006 11:44 WIB
Jakarta -
Polisi menemukan indikasi Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai kelompok penyerang yang menyebabkan 4 orang tewas di perbatasan Indonesia-Papua Nugini.Indikasi itu disampaikan Kapolri Jenderal Pol Sutanto usai pembukaan kongres ke-19 Interpol se-Asia di Hotel Hilton, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (11/4/2006).Mahasiswa dan anggota TNI yang sedang melaksanakan pengobatan massal di Kampung Wembi, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua, pada Senin 10 April kemarin diserang kelompok bersenjata.Akibat serangan ini 4 orang tewas. Mereka terdiri dari 2 anggota TNI yakni Sertu Basori dan Pratu Sukamto, serta 2 warga sipil yakni Edi Pagawak dan Tinus Wenda yang diduga anggota OPM. Berikut wawancara wartawan dengan Kapolri:Kejadian yang di perbatasan Papua Nugini bagaimana Pak?Tetap kita tangani karena dalam kejadian tersebut ada korban yang meninggal dunia, pasti ada pelanggaran hukum di situ. Dalam kaitan untuk penanganan mekanisme hukum, polisi melakukan upaya pengejaran terhadap para pelakunya.Apakah pelakunya itu OPM?Ini masih dalam penelusuran. Masih pengumpulan informasi-informasi.Apa itu benar OPM?Kalau dari indikasinya, kalau melihat gerakan mereka, ya kemungkinan OPM. Tapi ini masih dilakukan pendalaman masih dalam upaya pengejaran terhadap pelakunya.Tapi kemungkinan itu OPM ya Pak?Kemungkinan begitu karena berbagai gejala sudah nampak, misalnya ada penaikan bendera, ada penulisan OPM dan segala macam.Sudah ada yang ditangkap belum Pak?Sementara ini belum memperoleh laporan dari sana. Nanti kita cek lebih lanjut.Apakah OPM yang melakukan serangan itu kelompok yang dipimpin Matias Wenda?Masih dalam penelusuran lebih lanjut.
(iy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































