Bangkrut, Sopir Taksi Lain Minta Blue Bird Hengkang dari Bandung

Bangkrut, Sopir Taksi Lain Minta Blue Bird Hengkang dari Bandung

- detikNews
Selasa, 11 Apr 2006 11:41 WIB
Bandung - Masuknya taksi Blue Bird ke Bandung masih saja dipermasalahkan oleh para sopir dari taksi lain. Padahal, sangat banyak warga Bandung yang senang dengan masuknya Blue Bird, karena pelayanannya cukup bagus. Namun, bagi sopir taksi lain, Blue Bird telah menghilangkan penghasilan mereka. Ratusan sopir dari armada taksi lain kembali turun ke jalan, Selasa (11/4/2006). Sekitar pukul 08.30 WIB, mereka berkumpul di depan Gedung DPRD Kota Bandung, Jl. Aceh, Bandung. Para demonstran yang berjumlah sekitar 200 orang ini memarkirkan ratusan mobil taksi mereka di depan gedung DPRD Koa Bandung hingga memadati bahu jalan. Dalam aksinya, para pengemudi taksi ini meminta agar Si Burung Biru itu hengkang dari Bandung karena diduga tak memiliki izin operasional. Selain itu, kehadiran armada taksi Blue Bird ini juga dianggap telah menurunkan omzet penghasilan mereka. "Kita ini tengah meningkatkan pelayanan juga. Tidak benar jika kami tidak tengah berbenah diri," ungkap Ketua Umum Gerakan Solidaritas Pengemudi Indonesia (GSPI) Asep Pratala saat menyampaikan orasinya. Beberapa pelayanan yang telah diperbaiki, antara lain dengan menggunakan sistem argometer yang benar, sistem komisi dan tidak menggunakan tarif minimal. Pelayanan tersebut sudah diterapkan sejak satu bulan yang lalu. Ia mengaku sangat kecewa dengan sikap Walikota Bandung Dada Rosada yang mengacuhkan aspirasi para pengemudi taksi lain. Walikota dinilai tidak responsif dengan tidak bersedia bertemu dan membahas persoalan taksi di Bandung. Selain itu, Walikota juga dinilai tidak menjelaskan secara rinci tentang masuknya armada taksi raksasa dari Jakarta itu. Hingga saat ini, dirinya melalui GSPI telah melakukan sejumlah investigasi mengenai masuknya Blue Bird di Bandung. Dari hasil investigasinya, menurut dia, kehadiran Blue Bird di Bandung tidak jelas. Pasalnya, Si Burung Biru tersebut bermasalah, khususnya dalam persoalan perizinan, baik dari beberapa investor yang memiliki perusahaan taksi tersebut, maupun izin operasional dari Pemerintahan Kota Bandung. Ia menilai Blue Bird ilegal. "Penumpang hotel diserobot oleh Blue Bird. Ini sudah tidak benar lagi. Penghasilan kami sudah turun 100 persen," aku dia. Dia berharap persoalan taksi di Bandung bisa segera selesai. Pasalnya hingga saat ini tak sedikit para pengemudi taksi semakin melarat. Mereka menjual barang pribadinya berupa handphone, tv, motor untuk menutupi kebutuhan hidup. Bahkan, akibat menurunnya penghasilan, tak sedikit juga para pengemudi taksi yang bercerai dengan istrinya. Aksi ratusan pengemudi taksi ini berjalan cukup damai. Aparat kepolisian dari Bandung Tengah dan Satpol Pamong Praja cukup menjaga ketat aksi ini. Beberapa armada taksi yang ikut dalam aksi ini, antara lain dari Gemah Ripah, 4848, Bandung Metropolitan, Centris dan Primkopau. Akibat aksi ini, aparat kepolisian pun terpaksa menutup jalan Aceh yang persis berada di depan Gedung DPRD Kota Bandung. Aksi ini juga mengakibatkan lalu lintas di sekitar tempat demonstrasi agak padat. (asy/)


Berita Terkait