43 Anggota Polantas Polda Metro Gugur Akibat Virus Corona

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 16:48 WIB
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo (kanan) meminta maaf jika ada petugas yang menyakiti hari masyarakat
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo (kanan) meminta maaf jika ada petugas yang menyakiti hari masyarakat. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Ditlantas Polda Metro Jaya hari ini menggelar acara syukuran terkait HUT Lantas Bhayangkara yang ke-66 tahun. Dalam peringatan hari jadi itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo turut menyampaikan sejumlah anggotanya yang meninggal akibat COVID-19.

"Ada 43 anggota kami yang telah mendahului terkena COVID. Rata-rata mereka yang berjuang di garis terdepan, baik pada saat penyekatan maupun pada pelayanan di masyarakat," kata Sambodo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/9/2021).

Bantuan kepada keluarga polantas yang gugur itu pun telah disiapkan. Sambodo menyebut bantuan itu mulai dari keperluan sehari-hari hingga bantuan bagi anak-anak polantas yang gugur selama mengikuti kegiatan belajar secara daring.

"Bantuan paket data untuk belajar online kepada seluruh anak-anaknya (polantas yang gugur) sejumlah Rp 200 ribu per bulan serta sumbangan dari donatur dan dermawan," jelas Sambodo.

Luncurkan Buku

Dalam peringatan HUT Lantas Bhayangkara ke-66 tahun ini pihak Ditlantas Polda Metro Jaya turut menerbitkan satu buku. Buku itu bertajuk 'Berlayar di Tengah Badai'.

"Buku ini adalah kisah perjalanan peran Ditlantas Polda Metro Jaya dalam penanganan pandemi COVID-19. Mulai dari Maret 2020 pada saat pelaksanaan check point di PSBB, PPKM, crowd free night, pemeriksaan STRP dan pemeriksaan swab antigen kepada pemudik," terang Sambodo.

"Serta penyekatan arus mudik, arus balik dan seterusnya dan sampai hari ini masih berlangsung, yaitu ganjil-genap, baik di kawasan maupun di tempat wisata," tambahnya.

Lebih lanjut Sambodo pun turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Permohonan maaf itu didasari masih adanya tindakan polantas yang dinilai menyakiti masyarakat saat penugasan di lapangan.

"Kami pertama mohon maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat DKI, Bekasi, dan Tangerang apabila selama dalam perjalanan kami, tugas kami, masih ada hal-hal yang menyakit hati masyarakat. Masih ada kekurangan, jauh dari kesempurnaan," pungkas Sambodo.

Tonton video 'Corona RI 23 September: Tambah 2.881 Kasus, 160 Kematian':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/mea)