Polisi Sudah Periksa 18 Saksi Terkait Kasus Napoleon Aniaya Kace

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 16:48 WIB
Irjen Napoleon Bonaparte jalani sidang lanjutan kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra. Jaksa meminta majelis hakim menolak eksepsi Irjen Napoleon.
Irjen Napoleon Bonaparte (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Irjen Napoleon Bonaparte diduga memukul hingga melumuri tersangka kasus dugaan penistaan agama Muhammad Kece alias Kace dengan kotoran manusia di rutan. Sejauh ini, polisi telah memeriksa 18 saksi.

"Penyidik telah mengumpulkan alat-alat bukti yang berhubungan dengan kasus itu sendiri. Antara lain telah memeriksa 18 saksi," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat ditemui di Gedung Bareskrim, Kamis (23/9/2021).

Rusdi merinci 18 saksi yang diperiksa polisi terdiri dari tahanan hingga penjaga Rutan Bareskrim yang saat penganiayaan berlangsung sedang bertugas. Selain itu, 2 saksi ahli yang merupakan dokter yang memeriksa M Kace juga dimintai keterangan.

"Empat petugas yang jaga saat itu dan dua juga saksi ahli, dalam hal ini dokter yang memeriksa saudara MK. Dan sisanya adalah para penghuni Rutan Bareskrim Polri. Itu totalnya ada 18 saksi yang telah diperiksa," tuturnya.

Khusus empat penjaga rutan, Rusdi menyebut mereka juga diperiksa oleh Propam Polri. Pasalnya, keempat penjaga rutan itu diduga lalai dan tidak menjalankan SOP.

"Jadi sedang dilakukan pemeriksaan apakah ada kelalaian atau ada SOP yang tidak dilakukan anggota yang jaga saat itu. Ini sedang berproses di Propam," kata Rusdi.

"Penanganannya sekali lagi Polri ingin menyelesaikan secara komprehensif. Internal oleh Propam dan masalah penganiayaan sedang ditangani oleh penyidik Bareskrim Polri," imbuhnya.

Sebelumnya, Dittipidum Bareskrim Polri memeriksa Irjen Napoleon Bonaparte dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece alias Kace selama 10 jam. Bareskrim memutuskan mengisolasi Irjen Napoleon di kamar selnya di Rutan Bareskrim.

"Untuk kepentingan saksi-saksi dan penyidikan, sejak tadi malam, Bareskrim mengisolasi NB," ujar Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi saat dihubungi, Rabu (22/9).

Andi menjelaskan maksud isolasi yang dilakukan terhadap Irjen Napoleon. Menurutnya, Irjen Napoleon tidak boleh dari kamar selnya sementara waktu, kecuali untuk kepentingan penyidikan.

Irjen Napoleon sendiri diduga menganiaya M Kace dengan cara memukul hingga melumuri wajahnya menggunakan kotoran manusia. Kace disebut tidak melawan saat dianiaya Irjen Napoleon.

Simak Video: Pengacara: Napoleon Bonaparte Tak Pernah Nyatakan Aniaya Kace!

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)