Sidang Suap Nurdin Abdullah

Jaksa Hadirkan Saksi Kontraktor Beri Gratifikasi Rp 2,2 M ke Nurdin

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 10:23 WIB
Sidang suap Nurdin Abdullah digelar virtual di PN Makassar. (Hermawan/detikcom)
Sidang suap Nurdin Abdullah digelar virtual di PN Makassar. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Jaksa penuntut umum (JPU) KPK hari ini menghadirkan enam saksi di sidang lanjutan kasus suap Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah. Seorang di antaranya ialah Ferry Tanriadi, kontraktor pemberi gratifikasi Rp 2,2 miliar kepada Nurdin sesuai dengan dakwaan jaksa sebelumnya.

"Yang hadir ada enam orang saksi, satu saksi secara virtual di Jakarta sementara lima orang lainnya offline," ucap jaksa KPK M Asri Irwan kepada majelis hakim yang diketuai Ibrahim Palino di Pengadilan Tipikor Makassar, Kamis (23/9/2021).

Selain itu, lima saksi lainnya hadir secara langsung ke persidangan. Mereka adalah saksi Yusuf Tios, Megawati Gunadi, Junaedi B, Idham Kadir, serta Yusuf Rombe.

Seperti dalam dakwaan JPU sebelumnya, Nurdin Abdullah didakwa menerima suap total senilai Rp 13 miliar. Uang suap tersebut diterima dari sejumlah kontraktor, termasuk Agung Sucipto alias Anggu.

Jaksa M Asri mengungkapkan, Nurdin Abdullah melakukan dua jenis tindak pidana, yakni pidana suap dan gratifikasi. Pertama, Nurdin menerima suap SGD 150 ribu dan Rp 2,5 miliar. Kedua, Nurdin juga menerima uang gratifikasi Rp 6,5 miliar dan SGD 200 ribu dari sejumlah kontraktor.

"Mengenai dakwaan kepada saudara Nurdin Abdullah kami memasang atau menerapkan pasal dengan dakwaan kumulatif yang artinya bukan hanya satu perbuatan, tetapi ada dua secara kumulasi. Dakwaan pertama suap yg berkaitan dengan OTT itu SGD 150 ribu plus 2,5 miliar hasil OTT," ujar jaksa Asri kepada wartawan pasca-sidang dakwaan, Kamis (22/7).

"Dakwaan kedua atau kumulatif, Nurdin Abdullah sebagai penyelenggara negara menerima gratifikasi kurang lebih Rp 6 miliar plus SGD 200 ribu. Jadi, kalau ditotal, mulai dari penerimaan suap dan gratifikasi kurang-lebih Rp 13 miliar," sambung Asri.

Rincian Asal-usul Uang Rp 6,5 M dan SGD 200

Jaksa Asri sendiri menyebut bahwa uang Rp 6,5 miliar dan 200 ribu SGD tersebut berasal dari sejumlah kontraktor di luar pemberian Agung Sucipto. Rp 2,2 miliar di antaranya berasal dari Ferry Tanriadi yang diterima melalui ajudan Nurdin, Syamsul Bahri.

"Kemudian terdakwa pada Februari 2021 menerima uang Rp 2.200.000.000 dari Ferry Tanriadi, kontraktor atau komisaris PT Karya Pare Sejahtera, melalui Syamsul Bahri selaku ajudan terdakwa di rumah Ferry Tanriadi Jalan Boulevard Kota Makassar," lanjut jaksa Asri.

Simak juga 'Suasana Panas saat Rujab Nurdin Abdullah Dibongkar Paksa':

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/nvl)